Festival Bogowonto, Ajang Pelestari Lingkungan Sungai dan Budaya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga masyarakat Desa Jenar Wetan dan Ketangi di Kecamatan Purwodadi serta Desa Kalirejo, Krendetan dana Desa Bagelen di Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo sepakat untuk secara persama-sama menjaga kelestarian lingkungan Sungai Bogowonto yang membelah wilayah mereka. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang kebersamaan dalam merajut kehidupan dalam berbudaya dan berkomunitas.

"Sungai Bogowonto telah banyak memberikan penghidupan bagi kita semua, juga telah melahirkan berabagai budaya yang terus tumbuh di masyarakat, maka sudah selayaknya kita untuk terus melestarikan Sungai Bogowonto,” kata Ketua Panitia Festival Bogowonto 2018 Nicolas Legowo pada persmian festival itu di Jembatan Sungai Bogowonto yeng menghubungkan Desa Ketangi, Jenar Wetan dengan Bagelen, Minggu (9/12).

Festival yang sudah diselenggarakan dengan berbagai rangkaian sejak 10 November lalu, kini pada puncaknya, digelar tradisi ngguyang (memandikan) kuda lumping sebagai simbul membersihkan diri. “Simbol ini merupakan bagian dari sebuah kehidupan kita untuk selalu mensucikan diri,” tambahnya.

Tradisi ngguyang jaran kepang (kuda lumping) ini dilakukan di Sungai Bogowonto bawah Jembatan Bagelen yang disaksikan ribuan warga dari atas jembatan. (Nar)

BERITA REKOMENDASI