Festival Bogowonto, Bangkitkan Semangat Pariwisata Desa

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kendatipun diterpa angin kencang laut selatan, namun para peserta lomba Gethek Emas dalam Festival Bogowonto tahun 2017 di muara sungai Bogowonto Desa Jogoboyo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo tetap mampu bertahan. Beberapa peserta sempat sempoyongan dan bahkan terjatuh ke sungai namun mereka mampu menyelesaikan rangkaian lomba meski harus dibantu perahu bermesin untuk melawan arus angin.

Kegiatan ini sekaligus sebagai sebuah kebangkitan semangat pariwisata pedesaan yang di wilayah Jawa Tengah cukup semarak. Bahkan di hampir setiap daerah, bermunculan destinasi wisata yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi menarik untuk dikunjungi.

“Pariwisata merupakan sumberdaya yang tidak akan habis. Berbeda dengan sumber daya energi, bahkan hutan yang jika dieksploitasi terus juga akan habis. Tapi kalau pariwisata semakin banyak dikunjungi justru akan semakin maju,” kata Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo pada pembukaan Festival Bogowonto 2017.

Festival Bogowonto yang diikuti 12 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) ini berlangsung meriah hingga, Senin (2/10). Dijubeli pengunjung dari berbagai daerah, terutama Purworjeo dan Kulonprogo.

Puncak kegiatan berupa lomba atau parade gethek dari berbagai desa wisata yang ada di Purworejo. Sebelumnya juga digelar festival desa wisata dan jambore Pokdarwis se Purworejo.

Maraknya pengelolaan objek pariwisata ini menurut Ganjar Pranowo, tidak lepas dari adanya BUMDes. “Kegiatan wisata ini di berbagai daerah di Jawa Tengah digerakkan oleh para kaum muda, dengan memanfaatkan teknologi komonukasi, dan anggaran melalui BUMDes,” jelasnya.

Festival Bogowonto yang bekerjasama dengan Asosiasi Komunitas Penjaga Bogowonto (Atas Jago) ini menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo Gandhi Budi Supriyanto Ssos, sudah dirangkai dengan berbagai kegiatan sebelumnya. Diantaranya tandya hangreksa bhumi Bogowonto, saresehan Bogowonto, sendratari Bogowonto, senjanada Bogowonto dan puncaknya Parade Gethek Emas Bogowonto. “Disetiap kegiatan memiliki makna sendiri-sendiri,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI