Gada Indo Tama Luluskan 149 Satpam

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Gada Indo Tama meluluskan 149 tenaga satuan pengaman (satpam) dalam Diklat Satpam Gada Pratama tingkat Polda Jateng Angkatan I Purworejo 2018, Rabu (19/9/2018). Mereka dinyatakan siap bertugas menjadi kepanjangan tangan polisi dalam menjaga keamanan lingkungan tempat kerja. 

Calon satpam peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan terjauh asal Sumatera Utara dan Papua. "Selama masih NKRI bisa ikut diklat. Sebab kami punya komitmen membantu pemerintah mengurangi
pengangguran," tutur Kepala Divisi BUJP PT Gada Indo Tama Suradi, kepada KRJOGJA.com, usai penutupan. 

Diklat dilaksanakan selama 21 hari penuh di gedung SMA Pancasila Purworejo. Peserta mendapat materi teori dan praktik dengan kurikulum sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) 24 Tahun 2007 tentang Sistem Manajemen Pengaman Organisasi, Perusahaan, Instansi atau Lembaga Pemerintah. Anggota Polres Purworejo dan tim Gada Indo Tama menjadi instruktur diklat. 

Selain materi tentang pengamanan, instruktur juga membekali peserta pelatihan dengan kemampuan pengendalian diri dan pendidikan karakter. "Jangan sampai moral satpam terdegradasi. Sebab, bagaimana tanggung jawab terhadap aset yang dijaga apabila satpam punya sikap mementingkan diri sendiri," tegasnya. 

Menurutnya, seluruh peserta segera bekerja setelah selesai diklat. Sebanyak 26 peserta adalah satpam aktif beberapa perusahaan, sedangkan 123 lainnya langsung memperoleh job order dengan difasilitasi BUJP. 

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya SIK mengemukakan, satpam memiliki peran penting dalam membantu kepolisian. Mereka menjadi ujung tombak penanganan pertama suatu kejadian. "Tentu perannya terbatas, setelah penanganan awal, mereka harus lapor polisi untuk tindak lanjutnya. Hubungan satpam dengan polisi itu simbiosis mutualisme," ujarnya saat menghadiri penutupan diklat. 

Ditambahkan, BUJP harus terus meningkatkan kualitas dan kemampuan tenaga pengamanan. Kepolisian sebagai pihak yang mengeluarkan ijazah, lanjutnya, juga akan bersinergi dengan BUJP melakukan supervisi secara periodik. 

Kapolres menegaskan, kepolisian mendukung keberadaan BUJP penyelenggara diklat. "BUJP mempekerjakan satpam, jadi ada manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Maka, itu sama juga membantu polisi mengurangi potensi kerawanan tindak kejahatan," tandasya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI