Ganjar Ingin Sanksi Pelaku Pungli Lebih Tegas

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo menginginkan sanksi lebih tegas untuk penarik uang pungutan liar (pungli). Gubernur menilai sanksi yang diterapkan sekarang masih kurang maksimal.

 

Ganjar berharap ada sanksi pemecatan untuk pelaku pungli. "Saya ingin ada sanksi lebih tegas, pemecatan misalnya. Namun langkah itu belum bisa diterapkan," katanya kepada KRjogja.com, Minggu (27/11).

Sanksi diterapkan pada pelaku pungli sebatas pencopotan yang bersangkutan dari posnya bekerja. Menurutnya, tanpa sanksi lebih tegas, pelaku tetap merasa nyaman meski sudah dicopot.

Hal itu dinilai tidak memberi efek jera kepada pegawai lain di Jawa Tengah. "Mereka jadi tidak takut, menyepelekan, karena tidak dipecat. Sanksi tegas sehingga tujuan dari revolusi mental cepat tercapai," tegasnya.

Gubernur mengaku melakukan beberapa upaya untuk meminta kewenangan memecat pegawai nakal. "Sudah pernah saya sampaikan kepada Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, bahkan kepada Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Untuk mewujudkan birokrasi yang sehat dan baik, katanya, pegawai harus mengedepankan antikorupsi, antipungli dan gratifikasi. "Sebetulnya mudah apabila menerapkan tiga poin itu," katanya.

Ganjar juga meminta peran serta masyarakat memberantas praktik pungli. Ganjar membuka komunikasi dengan warga lewat akun Twitter dan Instagram. "Ada beberapa lainnya, jadi silakan lapor, jangan pernah takut," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI