Ganjar Luncurkan Siperak dan Turing Sehati

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi Pesan Perak dan Turing Sehati pada peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat Jateng di Temanggung, Rabu (29/06/2022).

Aplikasi Pesan Perak untuk pengaduan kekerasan pada perempuan dan anak. Sedangkan Turing Sehati merupakan singkatan dari turun atasi stunting sehat dan bergizi, adalah program BKKBN yang mewajibkan penyuluh KB turun memberikan bantuan pangan bergizi pada anak keluarga miskin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan Jateng terus berkomitmen menurunkan stunting. Catatan terakhir angka stunting di Jateng 20,9 persen, lebih kecil dibanding tingkat nasional yang mencapai 24,4 persen.

“Pada 2024 kita menarget angka stunting menjadi 14 persen. Sehingga harus bekerja keras dengan pelibatan semua pihak untuk mencapainya,” kata dia.

Dia mengatakan telah membentuk tim yang beranggokan berbagai pihak untuk mengatasi stunting mulai dari pencegahan hingga penanganan jika muncul kasus.

“Saya minta seluruh kekuatan untuk membantu, ada PKK, Posyandu bahkan swasta juga harus terlibat. Stunting adalah suatu yang serius, “kata dia.

Dia menyampaikan perlunya menanam tanaman pendamping padi agar masyarakat memiliki cadangan pangan yang cukup. Sebab sekarang dunia sedang berubah dan bergerak, yang problem pangan menjadi isu internasional.

“Maka kalau kita tidak bisa memenuhi pangan maka generasi kita kedepan akan berbahaya,” kata dia.

Maka itu, lanjutnya pemerintah sedang gerakkan dengan pangan untuk pencegahan stanting. Selain itu giatkan kampanye jangan menikah anak, memeriksa kesehatan sebelum menikah, periksa kandungan saat hamil dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Wakil Bupati temanggung Hari Ibnu Wibowo mengatakan angka stunting di Temanggung 20,5 persen dan ditarget pada 2024 menjadi dibawah 14 persen. “Temanggung terus berupaya turunkan angka stunting,” kata dia.

Disampaikan ada pelibatan generasi muda dan remaja dalam penurunan stunting. Mereka berperan dalam mengedukasi usia sebaya untuk tidak kawin muda. “Petugas di lapangan juga senantiasa memberikan pengertian pentingnya kehamilan yang terencana,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI