Ganjar Minta Pendukungnya Sajikan Data Kinerja

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah Ganjar Pranowo prihatin dengan fenomena hoaks dan fitnah yang muncul menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Untuk itu Ganjar meminta pendukungnya untuk tidak ikut-ikutan menyebar berita bohong dan fitnah terhadap lawan politik.

Cagub petahana itu juga meminta pendukung untuk menyajikan data dan hasil kinerja untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat. "Saya prihatin sekali, banyak berita bohong, fitnah, meme yang menyerang," tegas Ganjar usai menghadiri Rakercabsus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo di Gedung Kesenian Sarwo Edhi Wibowo, kepada KRJOGJA.com, Sabtu (17/03/2018).

Menurutnya, kampanye hitam seperti itu saya nilai bentuk ketidakmampuan dalam berargumen. Pelaku kampanye hitam mencari cara instan untuk menjatuhkan lawan politik dengan berbagai cara, termasuk menyajikan fitnah dan kabar bohong.

Bagi Ganjar, lebih baik kampanye negatif daripada kampanye hitam. Kampanye negatif elegan karena biasanya menyajikan kekurangan, sehingga dapat diluruskan dengan data. "Beda dengan black campaign mengarah ke hoax, para pelakunya ini orang yang kurang bahagia," ujarnya.

Akhir-akhir ini, katanya, ada banyak pertanyaan masyarakat terkait program Kartu Tani hingga berita yang mengaitkannya terlibat pusaran korupsi e-KTP. Seperti e-KTP, lanjutnya, ada kabar Ganjar akan jadi tersangka Jumat kemarin.

"Nyatanya sekarang masih berdiri di sini. Pengakuan tersangka e-KTP itu ada tiga kejanggalan yang semuanya mengarah untuk menjatuhkan saya, setelah dikonfrontir tidak ada indikasi saya menerima dana, bahkan menurut penyidik dan dalam BAP para saksi, saya yang menolak pemberian itu," ungkapnya.

Untuk itu, Ganjar meminta pendukungnya untuk mengedukasi masyarakat yang belum menerima kabar negatif mengenai dirinya. "Mari kita edukasi masyarakat, kita sajikan data," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI