Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Terdampak Bendungan Bener Demo di Kantor BPN

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Puluhan warga terdampak pembangunan Bendungan Bener berunjuk rasa di halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Rabu (24/2). Mereka meminta kejelasan kapan pemerintah akan melakukan pembayaran ganti rugi atas tanah terdampak pembangunan mega proyek nasional itu.

Demonstrasi diikuti sebanyak 50 warga perwakilan dari Desa Guntur, Nglaris, Bener, dan Kedungloteng di Kecamatan Bener dan Kemiri di Kecamatan Gebang. Mereka berdemonstrasi karena menilai pemerintah telah ingkar janji. “Kami terpaksa begini karena pemerintah yang tidak kunjung membayar ganti rugi tanah,” kata pendemo Misrun, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Menurutnya, pembayaran telah melewati janji yang diungkapnya, yakni dua bulan sejak kesepakatan harga dilaksanakan pada 17 Desember 2020. Warga menilai, pemerintah seharusnya membayar gani rugi paling terlambat pada 22 Februari 2021.

Koordinator aksi, Eko Siswoyo menuturkan, warga hanya menyampaikan aspirasi da kegelisahan karena belum jelasnya realisasi pembayaran. “Kami datang untuk menagih janji kepada BPN, ketika sudah ada penandatanganan kesepakatan dalam musyawarah penetapan harga ganti rugi, seharusnya paling lambat dua bulan untuk realisasi pembayarannya,” tegasnya.

Pemerintah dan warga telah menyepakati nilai ganti kerugian untuk 1.654 bidang tanah. Namun, pemerintah baru merealisasikan pembayaran untuk 154 bidang.
Warga, kata Eko, menyampaikan tiga tuntutan yaitu memasang spanduk di kantor BPN, meminta pelaksana proyek Bendungan Bener menghentikan sementara hingga ada pembayaran, dan meminta BPN serta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta segera memfasilitasi pembayaran ganti rugi lahan.

BERITA REKOMENDASI