Ganti Untung Lahan Proyek Bendung Guntur Seharga Kemukus

PURWOREJO, KRJOGJA.com –  Warga masyarakat terdampak proyek nasional Bendung Guntur di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dan Kecamatan Kepil Kabupaten Wonowobo hingga kini belum bisa menerima ganti untung atas lahan mereka. Bahkan mereka menilai ganti untung itu seharga rempah kemukung yang seharga Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kg.

“Jika lahan kita diharga Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per meter itu sama dengan harga buah kemukus yang ditanam di lahan kita,” kata Joko, salah seorang warga terdampak Bendung Guntur saat berorasi di halaman Gedung Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Selasa (21/1).

Pada hari itu sekitar 700 warga masyarakat terdampak Bendung Guntur datang di gedung PN Purworejo untuk mendukung salah seorang warganya yang mengajukan tuntutan di PN, sekaligus memperjuangkan nasibnya sendiri.

BACA JUGA :

Warga Guntur Ajukan Keberatan Ganti Rugi Bendungan Bener

Perjuangan Rakyat Terdampak Bendung Guntur Terus Berkobar

Sidang dengan mendengarkan keterangan saksi ini menghadirkan dua orang saksi dari warga terdampak. “Dua orang saksi (Misrun dan Yulianto) yang diajukan untuk memberikan keterangan,” kata koordinator warga Eko Siswoyo.

Menurutnya, warga hanya menuntut ganti untung yang layak sesuai dengan harga di masyarakat. Sebab selama ini warga tidak pernah diajak berembug soal harga lahan, dan saat dikumpulkan di Bukit Besek dengan undangan sosialisasi, ternyata sampai di tempat langsung disodori amplop berisi uang ganti untung.

Sedang ganti untung itu menurut Eko Siswoyo dinilai tidak layak karena hanya dihargai antara Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per meter. Padahal warga sangat mendukung adanya proyek itu.

Harga ganti untung itu menurut Ani Safitri warga Burat Kecamatan Kepil yang sebagian lahan keluarganya terdampak Bendung Guntur sangat tidak layak. “Tahun 2013 saat terjadi longsor di Desa Burat, untuk ganti lahan untuk membangun jalan sudah dihargai Rp 169.000 per meter, ini sudah tujuh tahun harga malah turun,” keluhnya. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI