Gayeng, Pentas Wayang Virtual SMA 7 Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com – SMA Negeri 7 Purworejo menyelenggarakan pentas wayang kulit Tepang Wayang di Gedung Wisma Budaya sekolah itu, Sabtu (5/9/2020) malam. Dalang perempuan Nyi Dwi Puspita Ningrum MPd membawakan kelir dengan lakon Bimo Bungkus. Pentas yang jadi perhelatan puncak ulang tahun SMA 7 Purworejo ke 29 itu diselenggarakan secara virtual dan berlangsung gayeng.

Pentas diawali dengan pembacaan sinopsis Bimo Bungkus dalam lima bahasa, yakni Bahasa Indonesia oleh Dra Tatik Sulanjari, Bahasa Jawa L Widarto MPd, Bahasa Inggris Agus Setiyono MPd, Bahasa Jepang Dian Permatasari SPd, dan Bahasa Prancis Dra Widyastuti Tri Sulistyorini. “Lima bahasa itu diajarkan di sekolah kami dan jadi salah satu keunggulan,” kata Kepala SMA Negeri 7 Purworejo Niken Wahyuni MPd, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, semalam.

Menurutnya, pentas dilakukan secara virtual sehingga seluruh siswa dan guru dapat menyaksikannya dari rumah masing-masing. Selain siaran langsung lewat aplikasi video YouTube itu juga dapat disaksikan masyarakat umum menggunakan ponsel yang mereka miliki.

Pentas tersebut diselenggarakan demi mendekatkan seni pedalangan kepada siswa dan masyarakat umum, serta melestarikan wayang kulit sebagai aset budaya nasional.

Selain itu, pentas juga menjadi upaya sekolah dalam membantu seniman di Kabupaten Purworejo. Meski dalang Puspita adalah guru Bahasa Jawa di sekolah, namun kata Niken, ia juga memiliki komunitas niyaga dan sinden yang harus menghidupi keluarga. “Harapan kami pentas ini bisa menjadi ajang untuk membantu para seniman. sehingga tetap bisa berkarya meski di tengah pandemi,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI