Gedung BLK Jadi Alternatif Tempat Isolasi

Editor: Ivan Aditya

WONOSOBO, KRJOGJA.com – Perkembangan kasus Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Wonosobo semakin mengkhawatirkan. Setelah hari sebelumnya mengalami lonjakan 13 kasus dalam sehari, pada Sabtu (18/04/2020) kembali terjadi penambahan satu orang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga jumlah komulatif mencapai 18 orang positif Covid-19. Demikian pula untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), juga bertambah 11 orang dibanding sehari sebelumnya 59 PDP, sehingga kini menjadi 70 PDP.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo dr Mohammad Riyatno bersama Sekda One Andang Wardoyo dan Ketua DPRD Afif Nurhidayat ketika melakukan talkshow disiarkan langsung sejumlah radio, mengungkapkan bahwa potensi penambahan jumlah kasus posotif Covid-19 dimungkinkan masih terjadi, mengingat saat ini puluhan sampel untuk uji laboratorium Swab masih dalam proses.

Disebutkan, dari sekian ratus rapid test yang sudah dilakukan, ada 59 kasus yang sangat berpotensi menambah jumlah kasus positif Covid-19 di Wonosobo, karena hasil rapidtest sebagai screening awal deteksi kasus memang menunjukkan hasil reaktif positif. “Kini hasil tersebut baru proses lanjutan uji lab Swab untuk menentukan apakah 59 kasus tersebut terkonfirmasi positif atau tidak,” paparnya.

Sejauh ini, pihaknya masih terus menunggu apakah uji laboratorium untuk sampel lainnya akan positif atau negatif. Sebagian besar dari hasil rapidtest reaktif positif tersebut, merupakan hasil dari penelusuran orang dengan resiko (ODR) yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

Namun demikian, ia menyebut tidak menutup kemungkinan hasil rapidtest reaktif positif juga berasal dari orang tidak dengan riwayat perjalanan, namun telah berkontak erat dengan PDP.

Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo, mengatakan sebagai tanggap darurat Covid-19, Pemkab Wonosobo telah mempersiapkan sejumlah antisipasi jika keadaan terus memburuk. Seperti mempersiapkan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo jadi alternatif tempat isolasi PDP.

Lokasi alternatif lainnya adalah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sidojoyo, Puskesmas Wonosobo I, serta Puskesmas Selomerto 1. “Bahkan apabila memang di tempat-tempat tersebut nantinya penuh juga, kami akan menggunakan gedung eks Akper Pemprov Jateng di Wonosobo,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjut Andang, Pemkab Wonosobo masih mengandalkan 3 rumah sakit rujukan yang ada di daerah, yaitu RSUD KRT Setjonegoro, RS PKU Muhamadiyah dan Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo sebagai tempat isolasi pasien, baik PDP maupun pasien positif Covid-19. (Art)

BERITA REKOMENDASI