Gudang Tembakau Jangan Jadi Klaster Baru Covid-19

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap transaksi jual beli tembakau pada masa panen raya tembakau di gudang tembakau perwakilan pabrik rokok di Temanggung tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Jual beli di gudang tembakau perwakilan pabrik rokok rentan terjadi penyebaran Virus Corona, karena di sana terdapat banyak orang yang biasanya terjadi kerumunan.

“Maka itu pada masa Pandemi Cobid-19 harus diterapkan protokol kesehatan guna mencegahnya,” kata Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, Jumat (10/07/2020).

Ia mengemukakan dua pabrikan rokok yakni PT Gudang Garam dan PT Djarum akan menerapkan protokol kesehatan di wilayah gudang masing-masing. Di Gudang Garam bahkan telah disiapkan tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan untuk kendaraan bermotor yang akan masuk ke gudang.

“Ada 50 titik tempat cuci tangan dan telah disiapkan peralatan penyemprotan disinfektan di kawasan gudang,” kata dia sembari mengatakan pada beberapa waktu lalu bersama Bupati Temanggung Al Khadziq telah mendatangi gudang pabrikan untuk mengetahui persiapan pembelian tembakau.

Dikemukakan pabrikan rokok juga telah menyiapkan aturan untuk pembelian. Diantaranya ada penjadwalan atau pengaturan pedagang datang untuk menjual tembakau, jadi tidak semua pedagang datang dalam satu hari.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijiyanto mengatakan tren positif perkembangan Covid-19 terus terjadi. Pada hari ini tidak ada penambahan ODP dan Pasien Covid-19.

ODP dilaporkan tetap 20 dan Positif Covid-19 sebanyak 5 orang dengan perincian 3 orang berada di karantina mandiri dan 2 di RS di Semarang. “Namun ada penambahan 2 PDP sehingga menjadi 2 orang. Kami masih menunggu hasil swab satu orang,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI