Gugah Petani Tembakau Lakukan Kegiatan Alternatif

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJogja.com – Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) lewat Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UM Magelang membantu para petani, khususnya petani tembakau, agar kesejahteraannya meningkat, mengingat selama ini petani tembakau kondisinya di bawah dan yang untung justru di pihak tengah.

Demikian antara lain dikemukakan Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat LP3M UM Magelang Dra Retno Rusdjijati MKes kepada KR di sela-sela kegiatan workshop atau FGD "Membangun Jaringan Petani Tembakau Indonesia untuk Meningkatkan Kesejahteraan" yang dilaksanakan di Hotel Trio Magelang, Sabtu (8/9/2018). Berbicara di forum ini diantaranya Dolaris Wati Suhadi (Lembaga Sahabat Cipta Jakarta), Ir Romza Ernawan MSi dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang maupun lainnya. Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan field trip ke perkebunan kopi dan area pertanian di wilayah Tlahap Temanggung, Jumat (7/9/2018).

Lebih lanjut dikatakan Retno Rusdjijati di forum ini ingin menggugah petani untuk melakukan kegiatan alternatif di sela-sela kegiatannya sebagai petani tembakau, misalnya dengan menanam tanaman lain di luar musim tembakau.

Retno mencontohkan yang dilakukan di wilayah Tlahap Kabupaten Temanggung, yang di Bulan Januari dilakukan penanaman holtikultura, Bulan Maret tanaman jagung, Bulan Juli tanaman kopi untuk kemudian tembakau. "Jadi setiap bulan mereka ada penghasilan, mengingat dahulu hanya tanaman jagung dan tembakau. Ditinggal pergi ke daerah lain, dan baru kembali ketika musim tanam tembakau" katanya sambil menambahkan petani sekarang merasakan manfaatnya bahwa mereka tetap memperoleh penghasilan, dan tidak semata-mata tergantung pada tanaman tembakau.

UM Magelang memiliki pendampingan di 20 kabupaten di Jawa Tengah, sedang yang dihadirkan di forum workshop di Hotel Trio Magelang ini adalah mereka yang memiliki atau daerah yang ada petani tembakaunya yang jumlahnya sekitar 8 kabupaten, diantaranya Boyolali, Klaten, Magelang, Kendal, Pemalang, Temanggung maupun lainnya. Dari Jawa Timur juga ada, diantaranya dari Ngawi, Jember dan Bondowoso.

Kegiatan ini juga bertujuan memberikan wadah bagi petani tembakau dalam menyampaikan permasalahannya, memberikan wadah bagi mantan petani tembakau dalam menyampaikan kisah sukses mereka telah beralih tanaman ke tanaman lain, membangun jejaring petani tembakau dan mantan petani tembakau. Juga untuk memberikan masukan dan dukungan data kepada pemerintah pusat sebagai pemangku kebijakan yang terkait dengan kondisi pertanian tembakau Indonesia terkini. (Tha)

 

BERITA REKOMENDASI