Gumuk Pasir Kebumen Butuh Identifikasi dan Konservasi

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Gumuk pasir sebagai salah satu kekayaan dan keunikan alam pesisir Kebumen hingga saat ini belum mendapatkan perhatian memadai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Minimnya perhatian tersebut berdampak minimnya informasi tentang gumuk pasir di Kebumen yang bisa diakses oleh masyarakat.

"Minimnya informasi tentang gumuk pasir di Kebumen berakibat belum tergugahnya kesadaran masyarakat di daerah ini untuk ikut menjaga kelestariannya. Padahal banyak manfaat yang kita dapatkan dari gumuk pasir," ujar Ketua Forum Peduli Lingkungan (FPL) Kebumen, Ir Sunaryo, di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2017).

Menurut Sunaryo, perhatian khusus Pemkab Kebumen terhadap gugusan gumuk pasir di sepanjang kawasan pesisir di Kecamatan Mirit, Ambal, Klirong dan Petanahan Kebumen harus segara dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah terhadap potensi alam ini akibat penambangan liar oleh masyarakat.

" Bila berbicara tentang manfaat gumuk pasir bisa ditilik dari sejumlah sisi positipnya, selain sebagai fungsi pengaman dari serangan tsunami, juga bisa menjadi aset wisata dan obyek penelitian," ujar Sunaryo.

Untuk memulai terwujudnya perhatian itu menurut Sunaryo adalah dengan menjadikan gumuk pasir sebagai sebuah isu lingkungan yang penting. Setelah berhasil menggenggam isu tersebut, selanjutnya bisa dilakukan langkah identifikasi agar diperoleh inventaris data tentang lokasi, bentuk, luas dan ketebalannya.

Selain identifikasi, bisa dilakukan pula riset tentang asal-usulnya ditinjau dari sisi ilmiahnya. Langkah selanjutnya adalah upaya konservasi agar gumuk pasir Kebumen bisa dijaga kelestariannya demi terjaganya manfaat yang bisa dipetik oleh masyarakat.

" Upaya konservasi ini juga harus dijelaskan bentuknya kepada masyarakat,  diantaranya tentang pelarangan mendirikan bangunan dan penanaman pohon di kawasan gumuk agar proses pembentukan lanjutan gumuk bisa terjaga," jelas Sunaryo. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI