Gunakan Aplikasi Jala Tech, Petambak Udang Purworejo Terapkan Digitalisasi Budidaya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Petambak udang vanamei di Kabupaten Purworejo menerapkan digitalisasi dalam budidaya. Petambak memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau budidaya, panen, hingga pascapanen.

Para petambak mendapat pendampingan dari Jala Tech, start up penyedia platform digital sektor pertambakan. “Data ternyata demikian penting, termasuk di sektor pertambakan. Menggunakan data, kita bisa menganalisis bagaimana kondisi tambak, persoalan yang terjadi serta solusi mengatasinya,” ungkap Chief of Operation (COO) Jala Tech Andi Nusa Patria, kepada KRJOGJA.com, di sela panen udang Petambak Digital 4.0, di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, digitalisasi penting di sektor pertambakan karena budidaya udang yang rumit dan memerlukan pemantauan intensif. Pengusaha juga kerap tidak tinggal di lokasi tambak.

“Misalnya saya tinggal di Yogyakarta dan punya tambak di Pemalang, suatu saat ada laporan tambak kena masalah dan tentu tidak dengan cepat memberikan solusi karena lokasi yang jauh. Maka dibutuhkan aplikasi yang bersifat ‘real time’ untuk memantau tambak, sehingga solusi cepat dapat segera diterapkan, ” terangnya.

Dikatakan, Jala Tech merupakan aplikasi yang dibuat untuk memudahkan petambak udang dalam mengecek kondisi lingkungan tambak. Aplikasi itu dipadukan dengan perangkat keras bernama Baruno yang digunakan sebagai alat tes sekaligus penginput data.

Aplikasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengolah berbagai data yang masuk. Petambak dapat menginput data kadar garam, suhu, Ph, dan kadar oksigen dalam air tambak. Selain itu, Jala Tech juga dapat menganalisis data kondisi biologis, kimiawi air, sampling bobot udang, dan jumlah pakan.

“Kecerdasan buatan dalam server kami akan menganalisis data yang masuk, kemudian memberikan informasi tentang kondisi lingkungan tambak, sekaligus solusi yang harus dilakukan para petambak,” terangnya.

Sebanyak 27 petambak pemilik 38 tambak di Kabupaten Purworejo mengikuti program pendampingan Petambak Digital 4.0 yang diselenggarakan Jala Tech bekerja sama dengan Kemenkominfo. Petambak mengaplikasikan teknologi itu didampingi tim lapangan Jala Tech. Tim lapangan bertugas menginput data kondisi lingkungan dengan menggunakan alat Baruno.

“Untuk pendampingan, sebagai proyek percontohan ada 27 petambak, mereka didampingi untuk input datanya. Tapi ke depan, idealnya input data tersebut dapat dilakukan oleh petambak sendiri,” katanya.

Selain di Purworejo, pendampingan aplikasi bersama Kemenkominfo juga dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi dan Pemalang. Total 110 petambak dilibatkan dalam proyek percontohan itu. “Akan tetapi di luar itu, ada kurang lebih 20 ribu tambak di seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di sistem kita dan menggunakan aplikasi Jala Tech,” terangnya.

Andi berharap transformasi digital dapat diterapkan dalam budidaya udang di seluruh Indonesia. Digitalisasi budidaya dan produksi, katanya, menjadi salah kunci daya saing udang Indonesia di pasar internasional.

“Pasar internasional seperti Eropa dan Jepang sekarang menuntut produk harus memiliki data digital, sehingga dapat terlacak kualitas, cara budidaya, asal produknya dari mana. Hal ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI