Gunakan Aplikasi Jala Tech, Petambak Udang Purworejo Terapkan Digitalisasi Budidaya

Koordinator Inisiatif Digital Sektor Strategis I Kemenkominfo Ir Wijayanto MM mengemukakan, keterlibatan kementeriannya dalam membina petambak udang karena Kemenkominfo berperan dalam transformasi digital untuk enam sektor strategis, salah satunya adalah maritim.

“Tugas kami adalah bagaimana agar transformasi digital dapat mendukung berbagai program pembangunan sektor maritim. Di mana salah satu turunannya adalah budidaya tambak udang,” tuturnya.

Digitalisasi dalam sektor pertambakan, katanya, menitikberatkan pada budidaya udang. Petambak dapat lebih mudah mengetahui kondisi kolam lewat aplikasi yang terpasang dalam ponsel pintar mereka.

Digitalisasi, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan produksi dan menekan biaya operasional. “Maka pemerintah mendorong penyedia aplikasi digital untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membantu petambak, juga sektor lain di Indonesia. Pemerintah akan memfasilitasi,” tuturnya.

Adapun terkait keberadaan infrastruktur digital di area tambak seperti ketersediaan jaringan seluler, lanjut Wijayanto, pemerintah akan menggandeng operator untuk memperkuat sinyal di daerah tertentu. Pemerintah kabupaten juga dapat memfasilitasi pemasangan wifi. “Tentunya butuh sinergitas semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten,” katanya.

Petambak pengguna aplikasi di Desa Jogoboyo Kecamatan Purwodadi, Guswuri Arum Dika sudah enam bulan menggunakan aplikasi Jala Tech. Ia mengaku terbantu dengan adanya aplikasi lantaran petambak saat ini mengetahui kualitas air.

“Kalau dulu awalnya cuma asal-asalan budidaya, sekarang dengan pendampingan Jala, kita jadi tahu parameter kualitas air, sehingga kita bisa melakukan antisipasi apabila ada perubahan,” paparnya.

Apabila petambak tidak jeli dalam mengamati kondisi air, katanya, akan berdampak pada kesehatan udang dalam tambak. Kondisi air yang buruk akan menyebabkan udang stres dan muncul aneka penyakit.

“Berkat aplikasi itu saya bisa meningkatkan produksi. Awalnya, tingkat hidup benur paling 20 – 30 persen, sekarang dengan pantauan ketat dibantu Jala Tech, keberhasilan budidaya bisa 90 persen,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI