Gunarwan Terpilih Jadi Ketum KONI Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Gunarwan SE terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) di Pendopo Kecamatan Purworejo, Minggu (1/3/2020). Gunarwan menggantikan M Abdullah yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi anggota DPRD Purworejo.

Gunarwan maju menjadi calon Ketum KONI dengan mengantongi dukungan dari 19 cabang olahraga (cabor). Gunarwan yang sebelumnya menjabat Plt Ketum Koni itu, menjadi calon tunggal dalam pemilihan.

Pimpinan sidang pleno M Abdullah kemudian menyampaikan kepada peserta musyawarah tentang kesediaan mengangkat Gunarwan dan semua menyetujui. “Karena semua sepakat, maka kami tetapkan saudara Gunarwan sebagai Ketum KONI Purworejo periode 2020 – 2022. Namun karena melanjutkan kepengurusan sebelumnya, maka tidak ada penyampaian visi dan program, katena Ketum baru akan melanjutkan program kerja ketum sebelumnya,” terang Abdullah kepada KRJOGJA.com, usai musyawarah.

Gunarwan menyatakan menerima amanah dari cabor dan berjanji akan membawa KONI Purworejo semakin baik semasa kepemimpinannya. “Saya berharap dukungan tidak hanya saat ini, tetapi pada perjalanan berikutnya sampai dengan tahun 2022,” ucapnya.

Dalam kepemimpinannya, Gunarwan memiliki warisan target untuk mengangkat prestasi olahraga Purworejo hingga posisi tengah di Jawa Tengah. Dalam Porprov Jateng, Purworejo menduduki peringkat 32 dari 35 kabupaten/kota.

Musorkablub KONI juga dihadiri Ketum KONI Provinsi Jawa Tengah Brigjen (Purn) TNI Subroto dan dua pengurus inti KONI Jateng. Ketiganya menjadi pengawas sekaligus memberikan masukan selama musyawarah berjalan.

Brigjen (Purn) TNI Subroto berpesan agar segala kekurangan harus diperbaiki. “Terutama tertib administrasi menjadi hal yang mutlak,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta kepengurusan baru untuk selalu berkoordinasi dengan KONI Jateng. Menurutnya, berbagai regulasi berubah secara dinamis, sehingga pengurus di daerah harus selalu menyesuaikan. “Kami juga ingatkan, bahwa kita ini taat hukum dan semoga kemudian hari tidak persoalan hukum di kemudian hari. Jauhi korupsi karena sekarang era tertib hukum,” tandasnya.(Jas)

BERITA TERKAIT