Hadapi Pilkada, NU Jaga Kesolidan

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Hampir disetiap perhelatan politik, warga Nahdlatul Ulama (NU) sering kali menjadi sasaran untuk mendulang suara. Terlebih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), NU seperti boneka cantik yang sering dijadikan sebagai sebuah permainan politik.

“Ini harus kita sadari, dan jangan sampai warga nahdlizin menjadi terpecah belah hanya karena kepentingan politik,” kata Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Kamis (19/12) malam.

Dalam konsolidasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dengan PCNU se Eks Karesidenan Kedu di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi (STAIAN) Berjan Kabupaten Purworjeo KH Ubaidullah Shodaqoh menyerukan agar Pengurus Cabang NU di Jawa Tengah tetap kompak dan senantiasa menjaga soliditas. Apalagi tahun depan akan ada Pilkada serentak di 21 Kabupaten/ Kota.

“Jangan sampai perhelatan politik di daerah ini membuat NU terpecah. Kita harus tetap kompak dan solid meskipun diantara kita bahkan antar pengurus ada perbedaan pilihan,”  tegas KH Ubaidullah Shodaqoh.

Dalam kesempaan itu sekaligus ditandatangani kerjasama atau MoU antara STAIAN dengan PWNU Jawa Tengah yang salah satu poin diantaranya pemberi beasiswa kepada kader NU di Jawa Tengah yang ingin menempuh perguruan tinggi di perguruan tinggi ini dengan syarat melampirkan surat rekomendasi dari PCNU setempat.

Diakui, NU memiliki pengalaman di berbagai agenda politik baik Pilpres, Pileg, Pilgub hingga Pilkada yang telah menguji soliditas pengurus maupun warga NU hingga tingkat bawah.

Pada kesempatan itu KH Achmad Chalwani Nawawi selaku tuan rumah yang sekaligus Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah menambahkan, bahwa NU tidak memiliki watak untuk menghimpun suatu kekuatan untuk dihadapkan dengan kekuatan lain, tetapi NU berwatak untuk menghimpun berbagai kekuatan untuk bersama-sama mewujudkan Rahmatan Lil 'Alamin. (Nar)

BERITA REKOMENDASI