Harga Cabai Mulai Turun, Petani Pasrah

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Setelah 4 bulan lebih harga cabai di berbagai sentra cabai Kebumen berada pada tingkat harga yang tinggi, akhirnya secara berangsur terus turun. Petani pun tak bisa berbuat apa-apa, kecuali pasrah menghadapi penurunan harga ini.

"Di tingkat petani, selama hampir 4,5 bulan terakhir ini yaitu sejak Mei 2019 lalu, kami terus-menerus menikmati harga yang tinggi. Seperti cabai rawit merah pernah mencapai Rp 70 ribu per kilogram. Namun sudah 2 minggu ini terus turun hingga Rp 30 ribu per kilogram saja," ujar petani cabai Desa Ayam Putih Kecamatan Buluspesantren Kebumen, Samsul di kebunnya, Senin (23/09/2019).

Selain cabai rawit merah, selama 4,5 bulan petani pun menikmati harga tinggi dari cabai keriting merah. Dari harga tertinggi mencapai Rp 50 ribu per kiloram, kini hanya Rp 20 ribu per kilogram.

Kecenderungan harga cabai yang kini terus menurun menurut Samsul dan beberapa petani cabai Kebumen lainnya disebabkan semakin melimpahnya panen cabai, termasuk di sentra-sentra cabai Kebumen.

"Justru di bulan Oktober ini banyak petani cabai di desa kami dan desa-desa tetangga yang mulai panen. Kemungkinan, daerah-daerah lain di luar Kebumen juga mulai panen dalam jumlah banyak," ujar petani cabai Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, Suparni.

Suparni dan sejumlah petani cabai Tanggulangin lainnya sangatlah menyadari atas berlakunya hukum ekonomi bahwa seiring semakin melimpahnya stok barang di pasar maka harga pun akan terus menurun.

"Karena itu, kami harus siap mental bila harga cabai akan terus turun hingga mencapai harga yang jauh di bawah harga normal. Bagi kami, harga cabai rawit merah sebesar Rp 30 ribu per kilogram masih terhitung menguntungkan. Namun, bila terus turun maka petani akan rugi karena tingginya biaya operasional," ujar Suparni. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI