Harga Gula Kelapa Stabil Tinggi di Kebumen, Ini Alasannya

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Berlangsungnya kemarau ditambah faktor tingginya kebutuhan gula kelapa untuk pabrik-pabrik kecap di Kebumen, menjadi penyebab harga gula kelapa di Kebumen dalam 6 bulan terakhir sulit turun.

 

"Tak hanya sulit turun, bahkan sejak Mei 2019 di bulan Ramadhan hingga awal November 2019 ini harganya cenderung terus naik," ujar pengepul gula kelapa asal Desa/Kecamatan Petanahan, Ahmadi, di rumahnya, Jum'at (01/11/2019).

Menurut Ahmadi berlangsungnya kemarau dalam beberapa bulan terakhir ini berdampak penurunan kandungan nira pada pohon kelapa. Disamping itu, gula  kelapa hasil produksi para perajin gula di Petanahan dan beberapa  kecamatan di Kebumen sangat dibutuhkan sebagai bahan baku untuk pabrik-pabrik kecap di Kebumen.

"Di Kecamatan Kebumen saja ada 4 pabrik kecap yang butuh pasokan rutin gula kelapa, juga beberapa pabrik kecap di Kecamatan Gombong," ujar Ahmadi.

Penurunan kadar nira di musim kemarau yang menyebabkan penurunan produksi gula kelapa tersebut menurut Ahmadi memunculkan fenomena persaingan antara kebutuhan konsumen rumahan dengan pabrik-pabrik kecap untuk mendapatkan pasokan gula kelapa yang mencukupi kebutuhan mereka.

"Dengan fenomena itu, maka hukum ekonomi pun berbicara. Sejak Mei 2019hingga November 2019 ini harga gula kelapa di tingkat perajin cenderung naik, dari Rp 11 ribu per kilogram sampai menjadi Rp 16 ribu/kilogram," beber Ahmadi.

Menurut Ahmadi dan beberapa pengepul gula kelapa di Kebumen, harga yang tinggi tersebut kemungkinan bisa turun untuk mencapai harga normalnya yaitu Rp 9 ribu/kilogram. Penurunan harga menurut mereka akan terjadi seiring datangnya musim penghujan mendatang. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI