Harga Tembakau Harus Menguntungkan Petani

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah terus mendorong pabrik rokok untuk membeli tembakau dengan harga pantas dan menguntungkan sesuai kualitasnya. Sebab kalau petani rugi, tahun mendatang petani bisa jadi tidak lagi menanam tembakau, sehingga pabrik akan kesulitan mendapatkan bahan baku.

” Tahun ini kualitas tembakau tidak sebaik tahun lalu, yang penting pabrik rokok dan petani saling mengerti dan tercapai harga tembakau menguntungkan,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdurohim saat meninjau pembelian tembakau di sejumlah gudang tembakau perwakilan Pabrik Rokok di Temanggung, Kamis sore (24/9).

Dia mengemukakan ada penurunan penjualan rokok pada triwulan lalu sebesar 10 persen. Penyebabnya antara lain Pandemi Covid-19 dan menurun pabrik rokok karena isu kenaikkan cukai. Hal tersebut berpengaruh pada penyerapan tembakau rakyat yang sedikit melambat. Maka itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah penentu kebijakan dan juga pabrik rokok, agar penyerapan dapat dipercepat dan harga juga menguntungkan petani.

Yang terpenting, kata dia, petani tidak mencampur tembakau. Misal tembakau temanggung jangan dicampur dengan tembakau luar Temanggung yang justru merusak kualitas tembakau. Sehingga pabrik rokok justru tidak mau membelinya.

Pimpinan Perwakilan PT Jarum di Temanggung, Hugiono mengatakan PT Jarum tetap menyerap tembakau rakyat, namun memang tidak secepat tahun lalu. Kualitas yang turun karena faktor cuaca membuat sangat selektif dalam pembelian, agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan perusahaan. ” Cuaca sangat mempengaruhi kualitas tembakau, tahun ini kualitas turun. Namun PT Jarum tetap membeli tembakau,” kata dia sembari mengatakan harga tembakau tertinggi yang dibelinya telah mencapai grade E dengan harga sekitar Rp 100 ribu per kilogram.

BERITA REKOMENDASI