Hargai Sikap Warga, BBWSO Akan Pendekatan Persuasif

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) menyayangkan aksi walk out yang dilakukan sebagian warga Desa Wadas Kecamatan Bener saat sosialisasi pembebasan tanah di kantor desa, Selasa (27/3). Warga dinilai belum mendapat informasi secara penuh rencana pembangunan Bendungan Bener. Meski demikian, pihak balai menilai aksi tersebut adalah hal yang wajar. "Buat saya hal yang wajar, kami hargai sikap warga. Sebab saat ini info yang mereka terima masih belum sepenuhnya lengkap," kata Kepala Bidang Pelaksanaan BBWSO Modesta Tandiayu, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com.

Menghadapi penolakan itu, BBWSO tidak akan mundur. Pasalnya pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan megaproyek itu. Pemerintah akan melakukan pendekatan persuasif dan lebih intens terhadap masyarakat. "Ada penolakan juga karena masih sosialisasi pertama, jadi mereka belum tahu informasi yang sebenarnya " ucapnya.

Sosialisasi mengundang ratusan warga pemilik kurang lebih 300 bidang yang kemungkinan terdampak rencana pembuatan kuari dan jalan proyek. Namun, lanjut Modesta, belum tentu seluruh peserta akan terdampak langsung. Bahkan ada kemungkinan jumlahnya akan turun.

Pemerintah rencananya membuka kuari atau tambang terbuka dan jalan akses menuju bendungan. Kuari dan akses jalan diperkirakan memerlukan lahan seluas 121 hektare di Wadas. "Sekarang persiapan, nantinta akan ada pembebasan tanah, namun belum tentu semuanya," ucapnya.

Menurutnya, rencana kuari di Desa Wadas sudah melalui berbagai kajian termasuk amdal. Pemerintah merencanakan langkah antisipasi berbagai dampak yang akan dirasakan masyarakat apabila proyek berjalan. Bentuknya antara lain penambangan secara bertahap, penggunaan peledak tidak berlebih dan reklamasi pascatambang. (Jas)

BERITA REKOMENDASI