Hasil Tangkapan Bagus, Nelayan Kertojayan Sekedah Laut

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Nelayan Desa Kertojayan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo menggelar sedekah laut di pantai tempat pelelangan ikan (TPI) setempat, Minggu (15/9/2019). Nelayan bersyukur atas meningkatnya hasil tangkapan ikan selama melaut setahun terakhir. 

Baca Juga: Nelayan DIY Sementara Jangan Melaut, Ini Alasannya

Ketua Kelompok Nelayan Kertojayan Marsono mengatakan, sedekah laut merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Sura dalam penanggalan Jawa. "Kami rutin menyelenggarakan tradisi sedekah laut, sudah dilakukan sejak lama. Tahun ini tangkapan bagus dan nelayan ingin bersyukur, juga berharap selanjutnya lebih baik lagi," ujarnya kepada KRJOGJA.com, disela kegiatan. 

Sedekah diawali dengan arak-arakan sesaji yang akan dilarung di perairan selatan desa. Setelah itu sesepuh kampung membacakan doa di tepi pantai, dan sesaji dibawa ke tengah laut dengan perahu. 

Belasan perahu mengawal sesaji itu ke tengah laut. Namun besarnya ombak menyebabkan dua perahu nelayan terbalik. Kendati demikian, tidak ada korban akibat kecelakaan itu. 

Puluhan warga dan nelayan yang berkumpul di tepi membantu menepikan perahu. "Ada insiden kecil, namun tidak masalah dan tidak sampai mengganggu prosesi. Nelayan berhasil melarung sesaji di tengah laut, sekitar satu kilometer dari pantai," ungkapnya. 

Perahu nelayan kembali ke pantai. Ribuan warga yang hadir, berebut jajanan dan hasil bumi yang diikat pada belasan perahu itu. "Inilah kalau kata warga sebagai 'ngalap' berkah. Harapan warga, apa yang mereka budidayakan bisa berhasil," tuturnya. 

Baca Juga: Purworejo Gelar Dolalak Massal

Menurutnya, sedekah laut menarik minat warga berbagai daerah untuk hadir. Selain dari Purworejo, penduduk Kebumen juga berkunjung ke Kertojayan. Selain ngalap berkah, lanjutnya, mereka ingin menonton pentas tari kuda lumping yang diselenggarakan panitia. 

Warga Kebumen Ratnawati menuturkan, dirinya rutin datang setiap ada sedekah laut di Kertojayan. Selain ingin mendapat hiburan, lanjutnya, 'ngalap' berkah dengan berebut makanan yang diikat pada perahu. "Selain dimakan, sesaji juga yang ditanam di kebun, harapannya hasil panen semakin bagus," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI