Hebat! Asrofi, Kakek Tunanetra Panjat 10 Pohon Kelapa Sehari

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Asrofi (66) dengan cekatan memanjat pohon kelapa, tidak butuh lama ia sudah sampai di puncak pohon setinggi 12 meteran itu. Belasan butir kelapa tua ia petik dan jatuhkan. Ia mengandalkan perasaan untuk mengecek buah muda dan tua. Bukan pandangan mata karena Asrofi sudah kehilangan penglihatannya sejak kecil.

Asrofi tinggal di RT 01 RW 06 Dusun Ngemplak Desa Sambeng Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Ia tinggal sendirian di rumah sederhana berukuran 6 x 6 meter. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Asrofi bekerja sebagai pemetik buah kelapa dan perajin lincak atau kursi bambu.

Asrofi mengatakan, pekerjaan itu dilakoni sejak masih muda. “Sudah sejak lama, sejak saya bujangan menekuni pekerjaan sebagai pemetik buah kelapa dan membuat lincak,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Senin (13/7).
Pekerjaan memetik buah kelapa dilakukan apabila ada perintah dari tetangganya. “Biasanya ada yang perintah, minta tolong memetik buah kelapa. Sehari saya mampu memanjat hingga sepuluh pohon,” katanya.

Asrofi mendapat upah kurang lebih dua butih kelapa berpohon yang dipanjat. Tapi ia selalu meminta dalam bentuk uang. Ia tidak memiliki sarana untuk mengupas buah kelapa hingga siap jual. Untuk sepuluh pohon, katanya, upah kelapa dikonversi dalam bentuk uang Rp 50 ribu. “Cukup untuk memenuhi kebutuhan makan saya sendiri tiap hari,” ucapnya.

BERITA REKOMENDASI