Hebat! Asrofi, Kakek Tunanetra Panjat 10 Pohon Kelapa Sehari

Editor: KRjogja/Gus

Apabila tidak ada yang memintanya memetik kelapa, Asrofi membuat kursi bambu di rumahnya. Kursi itu ia jual sendiri di Pasar Seren Kecamatan Gebang. Ia jalan kaki ke pasar membawa paling banyak dua lincak.
Menurutnya, lincak dagangannya belum tentu laku terjual. “Tapi kalau sampai laku dan dapat uang, saya segera pulang, tidak mau mampir makan di warung. Mending makan seadanya di rumah,” tuturnya.

Kemampuan memanjat pohon kelapa didapatnya secara otodidak, sedangkan keterampilannya membuat kursi diajari mendiang ayahnya, sewaktu Asrofi masih muda. “Bapak saya mengajari buat lincak, katanya biar kelak bisa mandiri dan ternyata sekarang bisa menekuni pekerjaan itu serta ada hasilnya. Soal penglihatan, sama sekali tidak mengganggu aktivitas harian,” terangnya.

Asrofi tinggal sendirian. Anak perempuan semata wayangnya tinggal bersama saudaranya di desa tetangga. Meski demikian, kata Asrofi, anaknya sering datang ke rumah membawakan makanan. “Anak saya sekarang sudah bekerja di pabrik, saya senang semoga kelak bisa sukses,” tegasnya.

Tetangga Asrofi, Muslimah mengaku senang dengan sifat Asrofi yang mandiri dan tidak berpangku tangan mengandalkan bantuan orang. “Memang banyak yang kasihan, caranya dengan meminta tolong Asrofi mengerjakan sesuatu. Selain itu, pemerintah juga sudah membantu memperbaiki rumah Asrofi dan memberi bantuan terkait Covid-19,” tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI