Hentikan Polemik Candi Sidomulyo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meminta masyarakat menghentikan polemik tentang "Candi" Bukit Pajangan Desa Sidomulyo Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Informasi yang menyebut struktur batu berundak itu merupakan buatan manusia zaman dahulu bisa menyesatkan masyarakat. Kendati demikian, kawasan itu memiliki keunikan yang bisa dijual untuk menarik wisatawan.

 

Menurut Kepala Seksi Sejarah Purbakala dan Nilai Tradisi Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Purworejo Eko Riyanto mewakili Kepala Dikbudpora Drs Muh Wuryanto MM, masyarakat harus diberi informasi yang benar tentang fenomena geologi Bukit Pajangan. "Informasikan fakta bahwa susunan batu itu fenomena alam, bukan buatan manusia," tegasnya kepada KRjogja.com, Kamis (25/8).

Pernyataan disampaikan setelah dinas mendapat laporan resmi Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta yang telah menerjunkan tim melakukan penelitian di lokasi itu. Dalam laporan yang ditandatangani Kepala Balar Yogyakarta Drs Siswanto MA tanggal 22 Agustus 2016, disebutkan bahwa batu bersusun itu bukan candi seperti dipercaya sebagian masyarakat.

Peneliti tidak menemukan indikasi data arkeologi di kawasan itu. "Dalam laporannya, peneliti bahkan tidak menemukan jejak kehidupan masa lalu di sekitar itu," ucapnya.

Dominasi data geologis berupa 'columnar joint' atau kekar kolom sangat dominan di bukit itu. Meski fenonema sama juga ditemukan di tempat lain, namun terdapat keunikan pada susunan batu Bukit Pajangan, sehingga berpotensi dikembangkan untuk pariwisata. Ditambahkan, peneliti juga menyebut jika usia susunan batu itu diperkirakan lebih dari sepuluh juta tahun. "Berdasar referensi Bukit Pajangan terletak di sebelah barat kubah gunung api Gajah, termasuk kompleks 'Old Andesite Formation' dari masa Oligo-Miosen," tuturnya.

Pihak dinas meyakini kawasan itu tetap dikunjungi karena keunikannya. "Bukit Pajangan tetap fenomena langka, menarik untuk dikaji atau menjadi lokasi belajar geologi untuk berbagai kalangan," ucapnya. (Jas)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI