Hindari Kesalahan, Bimtek Jaga dan Kawal Dana Desa Digelar

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Diharapkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi “SiJaka” (jaga dan kawal) dana desa bisa membantu 367 Kepala Desa di Kabupaten Magelang guna menghindari kekeliruan, kekhilafan, dan kesalahan dalam penggunaan dana desa supaya terhindar dari tindakan represif atau pidana di kemudian hari. Hal ini diungkapkan oleh, Bupati Magelang Zaenal Arifin, dalam sambutannya melalui video conference pada kegiatan Bimtek Jaga Dan Kawal Dana Desa di Hotel Artos, Senin (27/7/2020).

“Kami memandang bahwa penggunaan aplikasi ini menjadi bentuk sinergitas Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang bersama Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri dalam rangka bersama-sama melakukan pengawalan dan penjagaan menuju tata kelola dana desa yang lebih transparan dan akuntabel,” kata Zaenal.

Diketahui, kegiatan Bimtek sistem Informasi Jaga dan kawal dana desa kali ini merupakan lanjutan dari realisasi program jaga dan kawal dana desa yang sudah dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2020 yang lalu. Bimtek kali ini diikuti para peserta yang terdiri dari para camat dan kepala desa akan mendapatkan materi terkait dengan aplikasinya.

Zaenal menyebutkan, pada tahun 2020 ini, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran dana desa sebesar lebih dari Rp 72 triliun. Dengan skema pencairan 40 persen ditahap pertama, 40 persen ditahap kedua, dan 20 persen ditahap ketiga. Prioritas penggunaan dana desa berdasarkan peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2019 yang diarahkan untuk melaksanakan program dan kegiatan bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam rangka mempertimbangkan aspek keterbukaan/transparansi dalam pengelolaan dana desa ini, sebelumnya juga telah diterbitkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia No 11 Tahun 2009 tentang penekanan pada sistem dana desa secara digital, yang mana siatem ini memiliki konskuensi menuju semakin terbukanya setiap penggunaan dana desa.

BERITA REKOMENDASI