Hiu Tutul Halangi Nelayan Panen Udang

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Melimpahnya populasi udang di perairan laut  radius 2 kilometer dari bibir pantai, mewarnai datangnya musim angin timur di perairan laut Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren,  Klirong, Petanahan dan Puring  Kabupaten Kebumen, sejak awal Mei 2017.

"Namun di bulan Mei 2017 ini pula mulai datang musim gelombang  tinggi disertai musim melintasnya rombongan hiu tutul dari arah timur ke barat, yang menghalangi kami untuk panen udang," ungkap nelayan  Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit Kebumen, Supri, saat memperbaiki 
jaringnya di Pantai Lembupurwo, Jum'at (12/05/2017).

Menurut Supri, perairan laut di Desa Rowo Kecamatan Mirit hingga Tambakmulyo Kecamatan Puring sangat berbeda dengan perairan laut  Kecamatan Ayah dan Buayan Kebumen yang memiliki banyak batu dan bukit karang pemecah gelombang. Itulah sebabnya, nelayan Ayah dan Buayan masih bisa mencari udang di tengah musim gelombang tinggi. Sedangkan nelayan Mirit sampai Puring, tak bisa.

Wartono, nelayan Desa Kenoyojayan Kecamatan Ambal Kebumen menjelaskan bahwa faktor ukuran perahu yang kecil dan bermesin hanya1 GT, jadi alasan pula sulitnya nelayan desanya menerobos keganasan ombak. 

"Di musim seperti ini perairan laut di Mirit, sampai Puring lebih ganas ombaknya dibanding di Ayah dan Buayan, sehingga kami tak mauambil resiko mengarungi keganasan laut menuju kumpulan udang yang melimpah itu. Lain halnya bila kami difasilitasi kapal motor ukuran  besar dengan mesin berkapasitas besar pula," jelas Wartono. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI