Hoax Rawan Jadi Pemecah Kerukunan Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRjogja.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo sebar personil untuk melakukan deteksi dini terkait potensi ancaman hoax atau berita bohong yang bisa memecah kerukunan masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. Deteksi dini dilakukan personil dengan menyisir wilayah hingga tingkat desa dan memantau di media sosial. Dalam kegiatan tersebut Satpol PP Sukoharjo berkoordinasi dengan jajaran aparat keamanan Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Senin (07/09/2020), mengatakan, personil yang dilibatkan berasal dari Satpol PP, Linmas dan Kader Siaga Trantib (KST). Mereka bertugas disemua wilayah di Sukoharjo diminta membantu melakukan deteksi dini terkait ancaman bahaya hoax.

Kerawanan tersebut sangat besar terjadi saat ini menjelang pelaksanaan Pilkada 2020 pada 9 Desember mendatang. Personil yang diterjunkan Satpol PP Sukoharjo diminta aktif dan segera melapor apabila menemukan potensi perpecahan masyarakat akibat hoax.

“Hoax sangat rawan muncul dan menjadi pemicu perpecahan kerukunan masyarakat. Apalagi menjelang Pilkada 2020 ini masyarakat perlu selektif dan harus konfirmasi untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima,” ujarnya.

Deteksi dini dilakukan Satpol PP Sukoharjo terhadap penyebaran hoax dengan cara terjun langsung ke masyarakat dan memantau melalui media sosial. Berbagai informasi rawan disalahgunakan untuk memecah kerukunan masyarakat di Sukoharjo.

Heru meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ulah oknum yang dengan sengaja menyebar hoax. Nantinya apabila ada pelaku tertangkap maka akan ditindaklanjuti dengan diserahkan ke aparat penegak hukum.

“Bila masyarakat menerima informasi maka pastikan dulu kebenarannya. Silahkan konfirmasi sebelum disebar ke orang lain sehingga tidak menimbulkan keresahan akibat menyebar hoax. Pelaku penyebar hoax juga akan ditindak tegas sesuai aturan berlaku,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI