Hujan Datang, Petani Mulai Semai Tembakau

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani tembakau di lereng Gunung Sumbing wilayah Kabuaten Temanggung mempersiapkan penanaman tembakau lebih awal dibanding-tahun-tahun sebelumnya, untuk mengantisipasi musim kemarau yang diinformasikan maju.

Kepala Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Sutopo mengatakan sebagai persiapan penanaman tembakau tahun ini, petani sudah mulai menyebar benih di penangkaran di pertengahan Januari, tahun-tahun sebelumnya pada pertengahan atau akhir Februari.

"Penebaran benih lebih awal ini diharapkan nanti akhir Maret 2020 sudah bisa menanam tembakau. Tahun lalu penanaman tembakau pada April, " kata Sutopo (27/1/2020).

Dia mengemukakan tahun lalu, petani, khususnya petani di lereng gunung Sumbing terlambat tanam sehingga ketinggalan dengan waktu gudang industri rokok melakukan pembelian tembakau.

Dia mengemukakan melihat cuaca saat ini untuk penyebaran benih tembakau sangat bagus, karena ada hujan kemudian ada panas. Penyemaian benih tembakau berlangsung sekitar 50-60 hari, kemudian benih dimasukkan ke polybag dan beberapa hari kemudian siap tanam.

Dikatakan varietas tembakau yang ditanam petani Lamuk yang dikenal sebagai penghasil tembakau srintil ini bervariasi, yakni kemloko 2, kemloko 4, dan kemloko 5, tergantung kemiringan lahan. "Kemloko di lereng atas biasanya varian 4 dan 2," katanya,

Petani lain, Setyo menuturkan masa tanam tembakau di daerah atas atau di lereng Gunung Sumbing, Sindoro maupun Gunung Prahu biasanya lebih awal, karena umur tanaman tembakau lebih panjang baru bisa dipanen. Beda dengan tanaman tembakau di kawasan bawah atau di daerah persawahan, umurnya relatif lebih pendek.

"Maka itu petani di kawasan atas menanam tembakau lebih awal atau maju sekitar 1 bulan," katanya. Diharapkan pada tahun ini hasil tembakau semakin baik dengan harga jual lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI