Hutan Sumbing Kembali Terbakar

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di Gunung Sumbing setelah padam sekitar dua hari, Minggu (23/9). Kebakaran kali ini masih di Petak 20-1 RPH Kecepit BKPH Temanggung masuk Wilayah Desa Pagergunung Kecamatan  Bulu yang memiliki luas baku 320,9 hektare.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan kebakaran dipetak 20-1 terdeteksi pada sekitar pukul 10.45 WIB. "Begitu terdeteksi kebakaran berupa asap mengepul di gunung Sumbing petugas langsung naik untuk pemadaman," katanya.

BACA JUGA :

Hujan Sukses Padamkan Kebakaran Gunung Sumbing

Kawasan Belum 'Aman', Pemadaman Gunung Sumbing Terus Dilakukan

Dia mengatakan lahan dan hutan yang terbakar adalah  hutan lindung yang juga berfungsi hutan lindung. Petugas yang dikerahkan dari berbagai elemen seperti BPBD, Perhutani, SAR, pecinta alam, pengelola jalur pendakian, TNI dan Polri. 

Dia mengatakan kemungkinan api berasal dari kebakaran yang belum dapat dipadamkan secara tuntas pada kejadian kebakaran sebelumnya. Kebakaran itu mulai Senin (10/9) dan diperkirakan padam pada Jumat (21/9) karema sudah tidak ada api dan bara.

"Api dan bara yang berada di dalam semak  sulit terdeteksi, karena angin kencang  lalu kembali membakar. Luas yang terbakar sendiri sekitar 1 ha," katanya, sembari mengatakan lahan tersebut berjenis tanaman serasah atau bagian dalam humus.

Dia mengatakan kerugian dari kebakaran hari Minggu sekitar Rp 150.000. Sedangkan kondisi terakhir api dapat di padamkan dan masih terdapat kepulan asap sisa kebakaran berupa tunggak dan serasah pada 3 titik. " Petugas ditarik turun karena sudah gelap dan adanya kabut tebal. Ini demi keselamatan personil karena lokasi di lereng curam. Pemadaman akan dilanjutkan esuk hari," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI