Ibadah Natal Tetap Dipersilahkan Sesuai Protokol Kesehatan

MAGELANG, KRJOGJA.com – Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung dan angkanya masih tinggi, namun bagi umat Kristiani dipersilahkan untuk menggelar ibadah. Namun demikian, diminta untuk melaksanakannya sesuai protokol kesehatan sangat ketat. Umat yang hadir juga diminta dibatasi hanya 25 persen dari ruangan yang digunakan untuk misa atau ibadah Natal.

“Sebelum masuk gereja, umat juga harus diperiksa suhunya. Ada tempat cuci tangan, disediakan hand sanitizer dan ruangan untuk umat yang ada gejala. Intinya, protokol kesehatan harus dilaksanakan sangat ketat. Ini kami sampaikan, agar tidak menjadi sumber penularan baru,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra, sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, saat pers conference penanganan Covid-19 di Ruang Command Center, SetKab Magelang, Jumat (18/12/2020).

Hal ini disampaikan, karena saat ini wilayah Kabupaten Magelang masih berada di zona merah, maka nanti kapasitas gedung Gerejanya harus menyesuaikan yaitu 25 persen. “Kami berharap protokol kesehatan juga harus dijaga. Setelah misa atau ibadah selesai, diminta juga langsung pulang. Sangat diharapkan untuk tidak berkerumun atau membuat kerumunan,” pintanya.

Sementara untuk mengantisipasi kenaikan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Magelang, kata Nanda, Pemerintah Daerah tidak mengizinkan kegiatan penyelenggaraan acara atau event perayaan akhir tahun 2020-2021. “Kita himbau kepada masyarakat Kabupaten Magelang agar merayakan malam tahun baru di rumah saja dengan keluarganya masing-masing,” tegasnya.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan Rapat Koordinasi lintas sektoral terkait Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020-2021 di Polres Magelang, Kamis (17/12/2020) kemarin. Dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa, menjelang libur Natal dan Tahun Baru akan dilaksanakan operasi lilin Candi untuk mendorong penerapan protokol kesehatan.

Dalam hal ini pihak Polres Magelang akan menerjunkan sedikitnya sebanyak 221 personil untuk pengamanan ibadah Natal dan pengamanan obyek vital serta keramaian disaat Natal dan malam tahun baru. “Nanti pihak kepolisian, TNI, Sat Pol PP dan relawan, akan melakukan patroli dan operasi yustisi. Kalau menemukan kerumunan akan langsung dibubarkan,” tandasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI