Imbas La Nina, 164 Desa Diminta Waspadai Longsor

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 164 desa di Kabupaten Purworejo masuk kategori rawan bencana tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo meminta warga di ratusan desa itu untuk mewaspadai potensi bencana seiring terjadinya fenomena La Nina pada musim hujan 2020.

Anomali cuaca itu berpotensi menyebabkan hujan lebat dalam waktu yang lama, sehingga dapat memicu bencana hidrometeorologi. Bencana tanah longsor bahkan sudah terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Purworejo pada akhir Oktober 2020. “Ini yang harus kita waspadai, potensi bencana longsor meningkat karena adanya fenomena La Nina. Masyarakat harus mempersiapkan diri,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Purworejo, Drs Sutrisno MSi, kepada KRJOGJA.com, Minggu (1/11).

Menurutnya, 164 desa rawan longsor itu terbagi menjadi dua kategori, yakni kelas bahaya tinggi dan kelas sedang. Desa yang memiliki kerawanan tinggi terdata 123 dan tersebar di Kecamatan Loano, Pituruh, Kemiri, Bener, Gebang, Bruno, Pituruh, Kaligesing, Kutoarjo, dan Bagelen.

Sementara desa dengan kerawanan sedang ada 41, juga tersebar di sepuluh kecamatan tersebut. “Desa-desa tersebut berada di sepanjang gugusan Perbukitan Menoreh dan Perbukitan Serayu Selatan. Selain karena faktor kemiringan, longsor berpotensi terjadi karena struktur tanahnya berupa batuan lapuk,” terangnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Purworejo Edi Purwanto menambahkan, peristiwa tanah longsor justru terjadi pada daerah hijau. Diduga bencana terjadi karena akar pepohonan belum menancap secara kuat dalam tanah. (Jas)

BERITA REKOMENDASI