Imlek 2570, Ini Harapan Warga Keturunan pada Pemilu 2019

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com  – Warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Temanggung berharap spirit tahun Baru Imlek 2570 dapat menginspirasi terselenggaranya Pemilu 2019 yang demokratis serta menghasilkan sesuatu yang positif, seperti peningkatan kesejahteraan, keamanan dan kedamaian. 

"Harapan kami dari keturunan Tianghoa Indonesia menjadi lebih baik. Kami sebagai umat pada Pemilu 2019 berusaha untuk memberikan yang terbaik buat Indonesia," kata Sekretaris Kelenteng Kong Ling Bio, Lidia Sam Setyagraha disela membersihkan rupang dewa dan altar, sebagai rangkaian menyambut Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (29/1/2019). 

Dia mengatakan kedamaian, keamanan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh umat dan warga Indonesia tidak henti-hentinya dipanjatkan  pada Tuhan Yang Maha Esa. Pemilu sebagai pesta demokrasi harus menghasilkan sesuatu yang membuat Indonesia menjadi lebih baik. 

Dalam rangkaian menyambut Imlek tahun ini, dia mengatakan antara lain dengan membersihkan rupang dewa, altar dan peralatan sembahyang. Pada malam sebelumnya dilakukan sembahyang Toa Pek Kong naik, yakni sembahyang untuk mengantar Dewa Dapur ke langit membawa catatan kehidupan orang-orang di bumi selama satu tahun terakhir.

Hakekat ritual membersihkan rupang, altar, dan tempat ibadah, terangnya, sebenarnya juga membersihkan diri dengan hati yang bersih dan pantang makan daging. Sedangkan pada membersihkan patung-patung dewa itu dengan air bunga dan sabun cair, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. 

Rupang dewa yang dibersihkan dikemukakannya yang utaman adalah Hok Tik Tjieng Sin (Dewa Bumi) selaku tuan rumah, yang disusul Kwan Seng Tee (Dewa Perang), dan Thiang Siang Tee (Dewa Pembasmi Semua Ilmu Hitam), Kwam Im Poo Sat (Dewa Belas Kasih), Kwang Kong (Dewa Keadilan), dan Thian Sian Sing Bo (Dewa Penguasa Air).

Besuk sebelum Imlek, ujarnya, mulai malam sampai pagi digelar sembahyang tutup tahun dengan menyalakan lilin Tahun baru Imlek. Ritual ini untuk memperbaiki nasib, yakni umur yang kurang serasi pada tahun ini dimohonkan supaya dapat terjauh dari hal buruk atau setidaknya diperkecilnya.

"Persembahyangan ini juga dilakukan secara  pribadi yakni dengan pasang lilin untuk permohonan setahun ke depan supaya diberikan jalan yang terang dan nasib lebih baik," katanya.(Osy)

BERITA REKOMENDASI