Indikasi Tanah Longsor, Warga Harus Berswadaya Menutup Retakan Dengan Lempung

KEBUMEN, KRJOGJA.com – 17 kecamatan di Kebumen yang sebagian medannya berupa kawasan pegunungan diindikasikan berpotensi rawan bencana tanah longsor, khususnya di musim penghujan.  

"Para camat di kawasan ini harus selalu mewaspadai berbagai indikasi tanah longsor di tengah musim penghujan kali ini. Diantaranya, segera menutup retakan tanah dengan lempung secara swadaya masyarakat untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam tanah," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, Teguh Kristiyanto MT, dalam Konsolidasi Penanganan Darurat Bencana Kebumen, di Ruang Jatijajar Kompleks Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin  (14/01/2020).

Dalam acara yang diikuti berbagai instansi terkait di Kebumen tersebut, BPBD Kebumen memberikan peta prakiraan Wilayah terjadinya gerakan tanah di Kabupaten Kebumen pada Januari 2020, berdasarkan laporan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Dalam peta tersebut disebutkan bahwa potensi gerakan tanah di 17 kecamatan tersebut didominasi oleh potensi gerakan tanah tingkat menengah, disusul tingkat tinggi dan rendah.

Adapun pasca acara tersebut, salah satu langkah nyata adalah membuka posko siaga bencana 24 jam 7 hari di semua kantor kecamatan di Kebumen.

"Para camat juga harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui kepala desa dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan  kesiapsiagaan menghadapi musim hujan beserta dampak-dampaknya," 
ujar Teguh.

Menurut Teguh dari 26 kecamatan di Kebumen, 17 kecamatan rawan bencana tanah longsor adalah Gombong, Karanganyar, Rowokele, Ayah, Buayan dan Sempor. Juga, Klirong, Karanggayam, Sadang, 
Karangsambung, Padureso, Poncowarno, Alian, Kebumen, Pejagoan dan Sruweng.

Selain stok logistik, obat-obatan, perlengkapan penanggulangan bencana, dalam konsolidasi tersebut juga disiapkan sumber daya manusia yang dilibatkan dalam penanggulangan bencana di Kebumen.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI