Industri Rokok Harus Ada Imbal Balik Positif pada Rakyat

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRjogja.com – Industri rokok harus dapat memberikan imbal balik positif terutama pada masyarakat pertembakauan seperti di Temanggung yang kehidupan sangat tergantung tembakau. Jangan sampai industri rokok yang sudah dipikirkan agar tumbuh oleh Pemerintah dan DPR tidak ada imbal balik.

” Kita hanya ingin imbal baliknya supaya industri memikirkan. Sekarang sudah memikirkan dan supaya lebih memikirkan lagi untuk sinergi kemitraan antara industri dengan petani ini makin diperkuat,” kata Anggota DPR RI dari Komisi IV Panggah Susanto, Jumat (17/9).

Panggah ke Temanggung untuk memantau penyerapan tembakau rajangan kering di Temanggung. Ia bersama Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, sejumlah pejabat dari Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan.

Dia mengatakan keberadaan pabrik rokok karena regulasi pemerintah, dan dijaga agar keberadaan pabrik rokok tumbuh dengan sehat. Berbagai regulasi dikeluarkan supaya menguntungkan industri rokok, diantaranya agar cukai rokok tidak naik.

” Hal ini supaya berimbas pada harga tembakau di petani. Dirjen Industri Agro, Bea Cukai harus berjuang agar cukai tidak naik. Tetapi industri rokok juga ada imbalnya, petani harus terbawa, petani harus terimbas positif,” kata dia.

Dia mengatakan terus mendorong agar harga tembakau naik untuk peningkatan kesejahteraan petani, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas. Sebab jika kualitasnya kurang bagus industri tidak bisa menerima. ” Saat ini semua grade bisa diterima pabrik, harga supaya bisa lebih tinggi agar tidak merugikan petani,” kata dia.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan mengatakan industri rokok ada di bawah kementerian perindustrian ketika pemkab dan masyarakat merasakan penyerapan masih agak lambat dan harga belum menguntungkan petani lantas mengadu pada Kementerian Perindsutrian.

” Kami mengadu agar ada percepatan penyerapan dan harga menguntungkan

Dia mengatakan kementerian dan DPRRI telah membela keberadaan industri rokok kretek khususnya, dengan cara tidak menaikkan cukai rokok kretek dan produk regulasi tidak menyulitkan industri rokok.

” Industri rokok telah dipikirkan maka mereka juga harus memikirkan nasib rakyat. Kalau tidak memikirkan namanya tidak ada imbal baliknya,” kata dia.

BERITA REKOMENDASI