Ingat, PPDB SMK Tanpa Zonasi dan SKTM

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebagian orang tua calon siswa yang mendaftarkan anaknya ke SMK negeri di Kabupaten Purworejo belum memahami aturan terbaru Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Mereka tidak paham kalau proses itu tanpa zonasi dan tidak lagi menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Orang tua calon siswa datang masih menanyakan tentang ketentuan zonasi. "Karena itu pada pendaftaran hari pertama, Senin 1 Juli 2019, pendaftar membeludak, mereka ingin cepat-cepat mendaftar. Sebagian bertanya kepada panitia apakah berlaku zonasi," kata Sekretaris PPDB SMKN 1 Purworejo, Triyono, kepada KRJOGJA.com, Selasa (02/07/2019).

Para orang tua awalnya ragu karena khawatir dengan zonasi. Namun setelah menerima penjelasan, katanya, mereka mantap mendaftarkan anaknya di SMKN 1 Purworejo. Hingga hari kedua pendaftaran, 495 calon siswa memasukkan berkas, sedangkan sekolah menyediakan kuota 384 siswa.

Sementara sebagian orang tua juga bertanya tentang SKTM dan KIP. Panitia memberi penjelasan bahwa pendaftar memang diminta melampirkan KIP atau SKTM dalam berkas pendaftaran.

Namun kedua kartu itu tidak mempengaruhi jurnal penerimaan. "Sistem tahun ini murni prestasi, nilai yang menentukan. KIP atau SKTM digunakan manakala yang bersangkutan diterima di sekolah kami," tuturnya.

Kepala SMKN 4 Purworejo Wahyono menuturkan, persoalan sama juga dihadapi panitia PPDB sekolahnya. Sebagian orang tua masih menanyakan penggunaan SKTM dan adanya tes khusus. "Tahun ini tidak ada tes khusus seperti PPDB sebelumnya, kita murni prestasi dan SKTM hanya sebagai lampiran, tapi tidak berpengaruh pada penilaian," terangnya.

Menurutnya, tidak adanya zonasi dan SKTM memberi kelonggaran SMK dengan keahlian khusus untuk mendapatkan siswa. "Sekolah kami ada Jurusan Kemaritiman, satu-satunya di Purworejo. Selain prioritas menerima siswa Purworejo, ada juga pendaftar dari berbagai daerah, bahkan luar provinsi seperti Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta," paparnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI