Ini Alasan Indonesia Gelar Training Camp untuk Pebulutangkis Junior Asing

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Blibli.com Training Camp 2017 secara resmi ditutup setelah usainya gelaran Mini Tournament di GOR Djarum Kota Magelang Kamis (5/10/2017) siang. Atlet-atlet muda (14-18 tahun) dari tujuh negara yakni Armenia, Georgia, Bulgaria, Australia, Brazil, New Zealand dan Timor Leste telah menyelesaikan tahapan latihan sekaligus kejuaraan untuk memantau sejauh mana perkembangan menuju kompetisi dunia, blibli.com Yonex Sunrise World Junior Championship 2017 GOR Amongraga Yogyakarta 9-22 Oktober 2017.

Muncul pertanyaan, mengapa Indonesia bersedia menggelar training camp dan memberikan ilmu untuk atlet-atlet muda negara lain? Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab melalui Christian Hadinata, legenda hidup bulutangkis Indonesia yang juga pelatih kepala training camp saat berbincang dengan wartawan di GOR Bulutangkis Djarum Magelang, Kamis (5/10/2017) siang. 

Christian mengungkap Indonesia memiliki upaya serius untuk semakin menduniakan olahraga bulutangkis. Hal tersebut dilakukan sesuai titah Badminton World Federation (BWF) yang mengharapkan semakin banyak negara dunia mengirimkan atlet bulutangkis ke ajang dunia dan Olimpiade. 

“Salah satu cara agar badminton semakin mendunia dan tetap ada di Olimpiade ya melakukan pemerataan baik kuantitas maupun kualitas atlet di negara-negara dunia dengan membina dari usia dini. Wujud nyatanya dengan menggelar training camp yang kali ini diikuti tujuh negara yang sedang mengembangkan olahraga bulutangkis,” ungkap peraih juara All England 1972-1973 ini. 

Dalam training camp 2017 ini, total ada 35 atlet dan 10 official yang mengikuti serangkaian program di bawah pengawasan langsung Christian Hadinata. Untuk para atlet, tim pelatih memberikan berbagai macam latihan meliputi teknis dan fisik, sementara para official diberikan bekal metode pelatihan yang diharapkan akan diterapkan ketika kembali ke negara masing-masing. 

“Kami melihat ada motivasi baik dari atlet maupun pelatih yang ikut di training camp ini. Kami optimis kedepan negara-negara ini bakal semakin maju dalam cabang bulutangkis dan olahraga ini semakin merata di seluruh dunia,” sambungnya.

Yuni Kartika, salah satu legenda bulutangkis Indonesia yang mewakili BWF menambahkan saat ini banyak cabang olahraga lain yang mengantre untuk bisa masuk dalam agenda Olimpiade. “Di sini peran negara maju dalam bulutangkis seperti Indonesia, Tiongkok, Malaysia, Jepang atau Korea untuk menduniakan lagi olahraga ini agar tetap ada di Olimpiade karena selama ini hanya negara Asia saja yang mendominasi,” terangnya. 

Sebenarnya atlet bulutangkis asing yang berlatih di Indonesia bukan pertama kali terjadi kali ini. Satu nama senior yang paling mencolok yakni Carolina Marin, juara dunia tunggal putri asal Spanyol juga pernah berlatih di Indonesia pada 2013, 2015 dan 2016. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI