Ini Cerita Awal Mula Peranakan Etawa Ada di Yogyakarta

PERKAWINAN yang pertama antara indukan Etawa dengan Benggala menghasilkan anakan jantan yang bagus. Tarsisius Wartono kagum karena kambing anakan itu berperawakan besar, berkepala dan bertanduk bagus.

Wartono memeliharanya beberapa waktu. Setelah cukup dewasa, ia membawa anakan itu ke Yogyakarta. "Saya bertemu teman-teman di sana untuk menunjukkan kambing Peranakan Etawa (PE). Saya memang kerap berkunjung ke Yogyakarta dan diskusi dengan peternak setempat," tuturnya kepada KRjogja.com, Kamis (15/9).

Ternyata kambing turunan yang kemudian juga dikenal sebagai Kambing Kaligesing itu menarik perhatian peternak Yogyakarta. Akhirnya, kata Wartono, kambing jadi rebutan dan menjadi dimiliki peternak setempat. Wartono rela dan kembali ke Tlogoguwo. Ia tetap tenang karena masih punya indukan yang bisa dikawinkan.

Ternyata usaha itu berhasil dan menurunkan satu pejantan.  Kambing itu dijaga dan dikembangbiakkan di Kaligesing. Sementara keturunan yang ada di Yogyakarta pun dikembangkan peternak setempat dan juga berhasil. Wartono percaya kambing PE yang sekarang banyak dibudidayakan di Sleman, merupakan turunan dari anakan yang dibawanya dulu. (Jas)

BERITA REKOMENDASI