Ini Dia Sebab Silpa Tinggi

MAGELANG (KRjogja.com) – Tingginya anggaran yang tak terserap di Kabupaten Magelang pada tahun 2015, sebesar Rp 492 Miliar bisa terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari perubahan regulasi hingga penghematan atau efisiensi belanja.

"Sisa anggaran Rp 492 miliar itu terdiri dari silpa mengikat dalam bentuk DAK sebesar Rp 275 miliar. Kemudian Rp 217 miliar dalam bentuk silpa tidak mengikat. Beberapa hal yang mengakibatkan tingginya SIlpa adalah adanya perubahan regulasi pelaksanaan APBD salah satunya terkait dengan belanja hibah," kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin Senin (01/08/2016).

Selain itu, banyak kegiatan pembangunan yang gagal dalam proses lelang. "Selain itu ada juga anggaran pengadaan tanah yang tidak terserap. Hal itu terjadi karena tidak terjadi kesepakatan harga dan rekomendasi dari Provinsi Jawa Tengah tidak turun," ungkapnya.

Hal lainnya, adanya alokasi tunjangan sertifikasi guru dan tambahan penghasilan guru yang tidak terserap. Dari anggaran yang tidak terserap dari pos belanja hibah sendiri mencapai Rp 97 miliar. Kemudian belanja tunjangan profesi sebesar Rp 132 miliar. Silpa tambahan penghasilan guru sebesar Rp 6,3 miliar. "Silpa BLUD Puskesmas dan JKN Non Permenkes Rp 23 miliar dan Silpa BLUD RSUD mencapai Rp 16 milair," jelasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI