Inilah Penyebab KPU Purworejo Terbitkan 200 Formulir A – 5

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Purworejo menerbitkan kurang lebih 200 formulir model A – 5 dalam Pilgub Jateng 2018. Sebagian besar formulir itu diterbitkan untuk pemilih yang memberikan suaranya bukan di TPS asal.

Anggota KPUD Purworejo Suwardiyo mengatakan, model A – 5 adalah syarat mutlak untuk bisa menggunakan hak pilihnya di TPS tertentu. "Sesuai regulasi KPU mempermudah masyarakat yang berhalangan, utamanya sakit dan dirawat di rumah sakit, untuk tetap bisa memilih," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (27/06/2018) malam.

Namun ada prosedur yang harus ditempuh pemilih dan keluarganya. Mereka dipersilakan mengurus formulir A – 5 di PPS setempat H – 1 sebelum pencoblosan.

KPUD juga menghubungi rumah sakit dan meminta mereka mendata pasien yang rawat inap saat pelaksanaan Pilgub. "Mereka menyerahkan data pasien, lalu kami buatkan model C – 5. Namun ada juga rumah sakit yang menyodorkan data karyawannya untuk bisa membuat C – 5," ungkapnya.

Kendati demikian, KPUD tetap selektif dan tidak asal menerbitkan formulir itu. "Kalau pasien rawat inap, langsung diterbitkan. Namun jika keluarga dicek dulu domisilinya, kalau bisa dijangkau dan bisa ganti penunggu, diarahkan menggunakan kesempatan untuk mencoblos di TPS tempat mereka terdaftar," terangnya.

Termasuk untuk karyawan rumah sakit, KPUD tidak menerbitkan A – 5 kecuali mereka berdomisili jauh dari Purworejo. "Khusus pekerja, kami terbitkan A – 5 untuk yang domisilinya jauh, tidak mungkin dijangkau dengan cepat. Tapi kalau masih di Kabupaten Purworejo, tidak akan diterbitkan, silakan gunakan kesempatan coblos di TPS masing-masing," tegasnya.

Adanya sejumlah karyawan yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak mengantongi formulir, katanya, bukan karena minimnya sosialisasi. Mekanisme A – 5 sudah ada sejak beberapa pemilihan belakangan ini. Selain itu, KPUD melalui PPK, PPS dan berbagai media jauh-jauh hari menyosialisasikan mekanisme itu.

Terkait jumlah TPS yang jemput bola ke rumah sakit, lanjutnya, disesuaikan dengan surat suara yang dimiliki. "Misal rumah sakit A ada 30 pasien dan di satu TPS terdekat hanya punya cadangan 10 surat, maka dilibatkan setidaknya dua TPS terdekat lain untuk membantu. Bukan petugas ambil surat suara di TPS lain, tapi TPS lain mendekat membantu pemungutan suara," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI