Irigasi Progopistan Belum Berfungsi Maksimal

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Musim kemarau yang panjang berdampak pada mundurnya masa tanam di sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Temanggung, bahkan di persawahan yang ada di jalur irigasi Progopistan seperti di Kecamatan Kandangan.

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Temanggung, Harnani mengatakan persawahan yang tetap eksis untuk pengolahan lahan di musim kemarau hanya di saluran irigasi teknis.  Sedang di persawahan irigasi non teknis dan tadah hujan belum berani pengolahan lahan.

" Petani tidak berani mengolah lahan karena takut saat pengolahan lahan tidak mendapat air, atau tanaman tidak dapat air yang cukup di masa pertumbuhan," kata Harnani, Selasa (15/10).

Dikemukakan berdasar hitungan pada Oktober ini harusnya sudah mulai musim tanam ke tiga. Tetapi pihaknya belum berani sosialisasi. Sosialisasi dan rekomendasi pengolahan lahan baru disampaikan kalau sudah terjadi hujan selama 10 hari berturut-turut.  

Persawahan di irigasi teknis, katanya juga tidak semuanya direkomendasi pengolahan lahan, seperti wilayah Kandangan yang masuk irigasi Progopistan, sebab ternyata debit airnya menurun dan tidak semua sawah dapat dialiri.

Dikemukakan, sebenernya bisa saja diterapkan irigasi buatan dengan menyedot air dari sungai dan pembuatan sumur dalam. Hanya saja berdasar hitungan tidak menutup modal, atau petani akan merugi. Sebab sungai jauh ada di bawah sawah, seperti di Kecamatan Gemawang dan Kandangan.

Kedepan, kata Harnani, pihaknya akan mencoba membuat sumur pantek,  seperti yang diterapkan petani di Klaten dan Sragen. Sumur ini akan dibiayai APBD Kabupaten, dan diterapkan di Desa Selosabrang Kecamatan Bejen dan Desa Lempuyang Kecamatan Candiroto. Hanya saja baru akan diterapkan 2020. (Osy)

BERITA REKOMENDASI