Jadi Gaya Hidup, Permintaan Kopi Olahan di Temanggung Meningkat

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kopi asal Jawa Tengah telah terkenal hingga dunia, seiring gencarnya promosi yang dilakukan berbagai pihak termasuk Pemprov Jawa Tengah di berbagai negara termasuk Eropa, Amerika dan Rusia. Sayang hingga saat ini belum ada catatan spesifik jumlah dan nilai ekspornya.

"Komoditas pertanian tercatat 2 persen dari nilai ekspor Jawa Tengah. Kopi termasuk dalam komoditas pertanian. Belum ada catatan khusus ekspor kopi," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah M Arif Sambodo, pada pembukaan Festival Kopi Temanggung ke V, Kamis (19/9/2019).

Dia mengatakan perubahan gaya hidup manusia dalam beberapa waktu terakhir berdampak positif pada kopi, yakni berkembangnya industri pengolahan kopi, yang dalam catatan di Jawa Tengah mencapai kisaran 7 persen. Maka itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, di Jawa Tengah sendiri industri pengolahan kopi menjadi prioritas yang terus dipacu pemerintah provinsi.  

"Sekitar 78 persen kopi yang dijual masih berwujud biji kopi sedangkan yang bentuk olahan pada kisaran 22 persen. Maka itu kami pacu penjualan berujud olahan, karena lebih menguntungkan," katanya.

Dia meminta pada penggiat kopi untuk mendukung dan lakukan pendampingan pada petani dan pelaku industri kopi agar mereka mampu memproduksi kopi olahan terbaik.

Bupati Temanggung Al Khadziq menyampaikan apresiasi adanya festival kopi yang diselenggarakan secara mandiri oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Temanggung. Even tersebut sebagai yang ditunggu masyarakat perkopian dan telah menjadi salah satu barometer kopi di Indonesia.

"Tahun depan berharap lebih besar dan menginternasional dan sebagai bukti kopi Indonesia, khususnya kopi Temanggung sebagai kopi paling baik di dunia," katanya.

Dia mengatakan Kamis (19/9/2019) dirinya telah mengeluarkan surat edaran nomor 500/513/IX/2019 tentang Hari Jumat sebagai hari minum kopi di Kabupaten Temanggung. Melalui surat ini instansi pemerintah harus menyajikan kopi asli Temanggung di kantornya, masyarakat juga menyajikan kopi asli Temanggung.  

"Surat edaran ini sebagai dukungan dan komitmen nyata dalam pengembangan produksi kopi di Kabupaten Temanggung," katanya.

Dia meminta petani menjaga keaslian kopi, sebab Temanggung mulai jadi pasar kopi, yakni masuknya kopi luar Temanggung. Sayangnya, kopi luar itu dicampur dengan kopi Temanggung untuk selanjutnya dijual dengan mengatasnamakan kopi Temanggung. "Mari kopi dijaga, sehingga bisa menjadi raja dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Ketua Hipmi Temanggung Abaz Zahrotin mengatakan Festival Kopi Temanggung berlangsung Kamis hingga Minggu, yang diikuti pelaku industri kopi di Temanggung. Sejumlah pembeli dari luar daerah juga manca negara telah terkonvirmasi bisa datang. "Kami harapkan bisa menjadi ajang promosi kopi dan nilai transaksi tinggi," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI