Jalan Kutoarjo – Kepil Longsor Lagi, Aspal Tersisa 1,5 Meter

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Jalan raya Kutoarjo – Bruno kembali longsor di Desa Plipiran Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo. Longsor menyisakan badan jalan selebar 1,5 meter sehingga akses itu tidak dapat dilalui mobil dan truk.

Longsor terjadi ketika tim teknis Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah wilayah Magelang melakukan perbaikan gorong-gorong yang ambles sekitar dua minggu lalu. "Hujan terus menerus, sore setelah pekerja menyelesaikan tugasnya, terjadi longsor," ujar Kepala Seksi Jalan dan Jembatan II BPT Bina Marga Jateng wilayah Magelang, Guritno Wirandoko, kepada KRJOGJA.com, Selasa (27/3). Menurutnya, longsor disebabkan tanah yang labil. Selain itu, jalan ambles karena tergerus aliran deras saluran drainase. 

Selain itu, konstruksi gorong-gorong sudah rapuh. Saluran pembuangan di bawah jalan provinsi itu merupakan bangunan tua peninggalan pemerintah Kolonial Belanda. 
Sementara akses jalan di atasnya telah mendapat peningkatan belum lama ini. "Kalau tidak ambles tidak ketahuan bangunannya rapuh. Jadi melihat situasinya, akan kami perbaiki total," ungkapnya.

Pihak BPT akan membongkar saluran dan mengganti gorong-gorong dengan box culvert atau beton cetak. Kemudian diuruk, dipadatkan dan permukaannya diaspal ulang. "Kami pakai anggaran pemeliharaan rutin, sehingga langsung tertangani. Perbaikan diperkirakan selesai dalam dua minggu," tuturnya.

Warga Desa Cepedak Bruno Habib Sholeh menuturkan, akses tersebut sangat vital bagi masyarakat Bruno. Akibat longsor, jalan hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. 

Untuk mobil dan truk, harus memutar lewat Desa Pakisarum Kecamatan Bruno menuju arah Kecamatan Kemiri. Pengendara dari Bruno juga dapat memutar lewat Kecamatan Kepil Wonosobo. "Memutar lebih jauh dan jalannya sempit. Kami harap jalan kembali normal sebelum puasa tiba," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI