Jalan Longsor, Akses Empat Desa Terganggu

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Jalan kabupaten di Dusun Ngabean Desa Kaliwader Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo longsor. Akibatnya akses warga empat desa di wilayah tersebut terganggu. Jalan longsor akibat hujan lebat mengguyur lebih dari tiga jam.

"Longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 20 meter, hampir seluruh badan jalan masuk jurang," ujar sopir angkutan perdesaan (Angkudes) Purworejo – Kalitapas, Wito, kepada KRJOGJA.com, Senin (25/12).

Aspal jalan yang tersisa kurang lebih selebar satu meter. Namun bagian halus itu tidak dapat dilalui kendaraan karena bagian tanah di bawahnya ikut longsor.

Pengguna jalan harus melewati bahu jalan. Sempitnya akses menyebabkan mobil dan truk tidak dapat melintas. Sepeda motor bisa lewat, namun harus hati-hati karena jalan licin.

Warga Desa Kaliwader, Kalitapas, Cacaban Kidul dan Benowo kesulitan akses. Pengguna mobil harus memutar hingga 14 kilometer lewat Desa Kalijambe Bener. Warga juga kesulitan karena angkudes jalur Purworejo – Kalitapas tidak beroperasi. "Kami tidak beroperasi karena jalan harus memutar jauh, operasionalnya sangat memberatkan," ucapnya.

Upaya pengamanan dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo wilayah Bener. Petugas memasang rambu peringatan dan membuat pagar darurat untuk mengamankan pengguna jalan.

Petugas UPT Rosadi mengatakan, langkah darurat dilakukan karena penanganan permanen baru akan diusulkan kepada pimpinan. "Kami survey dan laporkan, yang jelas butuh waktu dan biaya untuk normalisasi akses itu," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Hery Susanto menambahkan, jalan Kaliwader – Kalitapas yang longsor merupakan akses utama jalur wisata menuju objek Gunung Kunir Desa Benowo Bener. Namun akibat bencana, sebagian pengunjung harus memutar.

Pascabencana, katanya, pihak BPBD melakukan koordinasi dengan DPUPR Purworejo. "Untuk penanganan jadi kewenangan dinas PUPR dan menunggu anggaran tahun 2018," ujarnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI