Jalani Ritual Usir Genderuwo, Empat Bulan Mayat Anak Disimpan dalam Kamar

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Seorang anak dibawah umur, Ais (7) warga Dusun Paponan Desa Bejen Kecamatan Bejen Temanggung ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Minggu (16/05/2021) malam. Ia diduga sebagai korban ritual usir gendruwo yang merasuk ketubuhnya yang dilakukan kedua orang tua kandungnya bersama dua orang lain yang dipercaya dukun supranaturalis. Kepolisian telah mengamankan empat orang untuk dimintai keterangan.

Kepala Desa Bejen, Sugeng widodo (45) mengatakan Ais ditemukan Minggu sekitar pukul 22.30 WIB di dalam kamarnya dengan posisi terlentang di atas tempat tidur. Diduga korban meninggal sekitar 4 bulan lalu melihat kondisi tubuh dan cerita yang disampaikan orang tua korban, Mar (42) dan Suw (38), serta dua warga lain, Har (56) Warga Dusun Saren Desa Bejen dan Bud (43) warga Dusun Demangan Desa Bejen.

Camat Bejen, Budi S melaporkan Ais ditanyakan keberadannya Suratini, bibinya karena sudah 4 bulan tidak kelihatan. Orang tua Ais menyampaikan berada di rumah kakeknya, Sutarno di Dusun Silengkung.

Suratini bersama Maryanto, paman korban lantas ke rumah Sutarno. Namun Suratno menyampaikan tidak ada di rumahnya. Karena ada kejanggalan, Sutarno ke rumah Mar dan mendesak menunjukan kebaradaan cucunya.

Mar lalu menuju kamar dimana Ais diletakan. Ketika diperiksa kakeknya, korban sudah meninggal dunia yang kemudian dilaporkan pada perangkat desa dan Polsek Bejen.

Mar dan Suw kepada petugas Polsek Bejen menyampaikan Ais menjalani ritual kesembuhan pada suatu malam di bulan Januari. Ritual atas suruhan Har dan Bud. Har menyebut Ais sebagai anak nakal dan keturunan dari gendoruwo, supaya bisa sembuh maka harus dibersihkan.

Ritual dengan cara menenggelamkan kepala korban ke bak mandi beberapa kali sampi korban tidak sadar. Setelah korban tidak sadar lalu di bawa ke kamar untuk ditidurkan selanjutnya korban meninggal dunia. Mereka percaya Ais akan hidup kembali dan tidak nakal.

Maka itu, terangnya, selama kurang lebih 4 bulan, korban di rawat seperti orang biasa. Pada Januari sampai Maret seminggu dua kali Bud membersihkan tubuh korban selanjutnya pada bulan April sampai saat ini Suw yang membersihkan dengan tisu.

Penasehat Hukum, Catur Sulistyo SH mengatakan Mar (42), Suw (38), Har (56) dan Bud (43) masih dimintai keterangan petugas dari Polres Temanggung. Keterangan sementara mereka melakukan ritual untuk kesembuhan. Ais dipercaya akan bangun dan tidak nakal. “Kami masih mendampingi empat warga untuk dimintai keterangan penyidik,” kata Catur. (Osy)

BERITA REKOMENDASI