Jalur Utama Padat, Jalur Alternatif Dipilih

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Padatnya lalu lintas kendaraan jalur utama di Kabupaten Temanggung,  pada H+5 menyebabkan jalur alternatif di wilayah ini banyak dilintasi kendaraan  pemudik yang kembali menuju ke Jakarta, Bandung dan Banten. Kendati tidak sepadat jalur utama, peningkatan arus kendaraan di jalur alternatif dirasakan cukup tinggi apabila dibandingkan hari biasa.

Dari pantauan, Minggu (10/07/2016), kepadatan arus lalu lintas arus balik terlihat di pertigaan Parakan menuju Bulu-Kedu (pertigaan Sari Ayam), namun tidak sampai menimbulkan kemacetan karena diurai oleh para polisi yang berjaga di sejumlah titik di kawasan tersebut. Kelancaran juga terjadi di depan pasar tradisional Parakan dan Temanggung, karena tidak ada lagi pasar tumpah serta adanya rekayasa jalur.

Seperti diketahui jalur utama di Temanggung meliputi jalur Kledung-Parakan-Temanggung-Secang, merupakan jalur utama dari arah Wonosobo. Sementara jalur utama dari utara meliputi Sukorejo (Kendal)-Bejen-Candiroto-Ngadirejo-Parakan-Temanggung-Secang. 

Sementara untuk jalur alternatif diantaranya jalur alternatif Kranggan-Kaloran-Kandangan-Jumo-Ngadirejo-Candiroto. Selain itu, Temanggung-Kaloran-Sumowono,  Kranggan-Pringsurat-Secang serta Temanggung-Tembarak-Selopampang-Windusari (Magelang). Sedangkan jalur alternatif Ngadirejo-Jumprit-Kejajar (Wonosobo) belum bisa dilalui mengingat jembatan Liyangan Desa Purbosari, Ngadirejo masih dalam perbaikan.

Kepala Dinas Prhubungan dan Kominfo Kabupaten Temanggung, Sigit Suliantono, menyatakan, guna mempermudah pemudik menggunakan jalur alternatif di daerah ini, pihaknya telah memasang penunjuk arah serta rambu-rambu lalu lintas di kawasan itu. "Sejumlah ruas jalan alternatif juga diperbaiki menjelang Lebaran kemarin hingga membuat pemudik/balik lebih nyaman," paparnya.(Mud)

BERITA REKOMENDASI