Jamaah Calhaj yang Batal jadi Prioritas Tahun 2021

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Para jamaah calon haji (Calhaj) yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) menjadi prioritas pemberangkatan tahun 2021. Menyusul dibatalkannya kegiatan ibadah haji tahun2020 akibat pandemi Virus Corona (Covid-19) yang melanda dunia.

Demikian terungkap dalam sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 494 tahun 2020 terkait pembatalan keberangkatan haji tahun 1441 H/2020 M di Ruang Arahiwang Kantor Bupati Purworejo, Jumat (19/06/2020).

Sosialiasikan KMA 494 yang dipimpin Asisten III Sekda Purworejo Drs Pram Prasetyo Achmad MM ini, dihadiri pejabat Kemenag Purworejo yang diwakili Kasi Haji dan Umroh Drs H Harwal Masyuda, Kabag Kesra Drs Fathkurohman, dan dihadiri para camat dan pimpinan KUA se Kabupaten Purworejo.

Menurut Pram Prasetyo Achmad, saat ini pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh dunia. Sekitar 8,5 juta orang terjangkit bahkan 456 ribu orang meninggal.

“Di Arab Saudi ada 145 ribu orang yang terjangkit Covid-19, bahkan satu hari bisa 3.500 orang yang terjangkit. Para calhaj yang gagal berangkat saya harap dapat ikhlas. Mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini,” katanya.

Jamaah calhaj Purworejo yang batal berangkat tahun ini sebanyak 756 jamaah. Pembatalan berlaku bagi seluruh WNI yang menggunakan kuota haji pemerintah/reguler dan haji khusus, serta visa haji mujamalah /furodah.

Menurut H Harwal Masyuda, jamaah calhaj cadangan yang telah melunasi pada masing-masing provinsi statusnya tetap sama sebagai jamaah calhaj cadangan pada tahun depan dengan ketentuan akan diberangkatkan apabila masih ada kuota yang tersedia. (Nar)

BERITA REKOMENDASI