Jatuh dari Pohon, Misyadi Delapan Tahun Lumpuh

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Malang nasib Misyadi (42) warga Dusun Siwatu Desa Cacaban Kidul Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo. Selama delapan tahun, tulang punggung keluarga itu terbaring lumpuh di dipan bambu akibat jatuh dari pohon aren. 

Misyadi mengatakan, kecelakaan terjadi ketika menderes pohon aren setinggi enam meter. "Saya ini penderes nira aren untuk dibuat gula, pas naik pohon di kebun, saya jatuh," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (4/9/2018). 

Ia terjatuh dengan posisi punggung di bawah. Misyadi mengalami patah tulang belakang dan sempat mendapat perawatan dokter RSUD Dr Tjitrowardoyo Purworejo. Dokter menyarankan Misyadi dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas perawatan tulang yang bagus di Solo. 

Namun saran itu tidak dilakukan karena keterbatasan biaya. Keluarga membawa Misyadi berobat secara alternatif. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil hingga Misyadi mengalami kelumpuhan. 

Sejak lumpuh, Misyadi tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. "Saya mengandalkan bantuan saudara dan tetangga. pemerintah desa dan dinas sosial juga beberapa kali membantu," tuturnya. 

Kondisi Misyadi menggugah simpati masyarakat Bener. Pembina Offroad Indonesia Harjanto dan Danramil 13 Bener berkunjung menyerahkan bantuan. "Kondisinya mempihatinkan, Misyadi berbaring di dipan yang tidak layak, rumahnya juga rusak. Kami berharap masyarakat yang mampu mau menyisihkan sebagian rezekinya membantu Misyadi," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI