Jawa Tengah Berbenah Menuju ‘Open Government’

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Anggaran pembangunan infrastruktur saat ini meningkat 3 kali lipat menjadi Rp 2,1 triliun dari sebelumnya Rp 500 milyar sampai Rp 700 milyar. Naiknya anggaran sejalan dengan perbaikan berbagai macam infrastruktur, salah satunya berkurangnya jalan berlubang di Jawa Tengah.

Demikian antara lain dikemukakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan usai menjadi pembicara kunci pada seminar nasional Pengembangan Infrastruktur Transportasi Faktor Pendukung Pembangunan Nasional di aula Universitas Tidar (Untidar), Selasa (25/09/2018).

Baca juga :

Pembangunan Bendung Logung Segera Selesai

Ganjar Terima Anggota Kehormatan PWI

Dalam seminar ini Gubernur Jawa Tengah juga menjelaskan tidak cukup hanya membangun, tetapi juga bagaimana mengontrol dan bagaimana masyarakat bisa melihatnya secara nyata. Dikatakan juga, dalam 5 tahun kedepan Jawa Tengah mempunyai beberapa waduk baru untuk memenuhi kebutuhan air, terutama untuk para petani.

Selain waduk, ada beberapa bandara yaitu Ahmad yani (Semarang), Jenderal Sudirman (Purbalingga), Bandara Karimun Jawa dan Bandara Cepu Blora terus digenjot untuk meningkatkan perekonomian terutama di sektor wisata.

“Jawa Tengah bisa dikatakan sebagai satu-satunya provinsi yang mewajibkan semua dinasnya mempunyai akun media sosial. Setiap hari saya bisa langsung mengontrol pekerjaan setiap dinas terkait, lengkap dengan foto dan waktunya, laporan real time,” tambahnya.

Jawa Tengah, lanjutnya, sedang berbenah menuju open government atau pemerintah yang transparan. Pelaporan yang dahulu berbentuk dokumen tebal penuh dengan tulisan dirubah dengan memanfaatkan media sosial, lampiran foto dan video lengkap dengan keterangan tempat dan waktu.

Progres pembangunan bisa dikontrol setiap saat. Contohnya Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, dinas yang paling banyak laporan lewat media sosial, wilayah mana yang sedang diperbaiki dan sampai mana progresnya dapat diikuti setiap saat.

Ganjar berpesan kepada peserta seminar, bahwa mereka mempunyai andil dan tanggung jawab moral dalam kegiatan pembangunan infrastruktur disekitarnya. Mereka memiliki tanggungjawab moral mempertahankan kualitas setiap proyek pembangunan yang sedang dikerjakan. "Ingat, uang bukan masalah, tetapi tetap kualitas yang utama agar tidak merugikan pihak-pihak lainnya,” katanya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI