Jelang Imlek, Warga Tionghoa Temanggung Lakukan Ritual Ini

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Jelang Tahun Baru Imlek 2020, etnis Tionghoa di Kabupaten Temanggung menggelar ritual pembersihan rupang atau patung dewa dan mendekorasi ruangan Klenteng Kong Ling Bio dengan aneka hiasan.

Ketua Klenteng Kong Ling Bio, Edwin Nugraha mengatakan rangkaian menyambut Imlek dimulai dari malam Sabtu yaitu sembahyang bersama mengantar dewa dapur naik ke langit untuk melapor alam perbuatan manusia dan paginya bersih bersih rupang.

"Semalam kami berdoa, yang pertama mendoakan warga dan negara Indonesia menjadi jaya, gemah ripah loh jinawi, toto titi tentrem kerto raharjo, " katanya ditemui disela pembersihan rupang dewa di Klenteng Kong Ling Bio, Sabtu (18/01/2020).

Dia mengatakan khusus untuk warga dan Kota Temanggung karena untuk tahun depan ini adalah tahun tikus logam, yang mana tikus pandai mencari makan, maka didoakan bisa semakin meningkat kesejahteraanya. Warga bisa banyak mendapat yang dibutuhkan seperti makanan.

"Kami berdoa semoga sifat tahun tikus ini membuat masyarakat Temanggung menjadi lebih mudah berusaha, mencari makan, usaha apapun, bekerja supaya lebih dimudahkan," katanya.  

Dia mengatakan setiap tahun, satu minggu menjelang imlek, umat membersihkan tempat ibadah dan rupang para, sehingga nanti waktu tahun baru Imlek semuanya sudah bersih sehingga nyaman untuk ibadah.

Dikatakan setiap hari klenteng dibuka untuk memberi kesempatan umat beribadah. Namun ada masanya untuk dibersihkan semuanya yakni menjelang imlek. Pembersihan itu terutama pada rupang dewa bumi sebagai dewa tuan rumah, termasuk juga dewa rezeki, dewa pertanian karena lokasi Temanggung ini di gunung.

"Dewa tuan rumah disini dewa bumi. Kalau di pantai lain lagi, jadi setiap wilayah mempunyai ciri dewa sendiri. Seperti ada yang dewi kuan im, dewi welas asih, konco kwankong, yang jadi dewa tuan rumah," tambahnya.

Dikatakan hakekat ritual membersihkan rupang, altar dan tempat ibadah, namun sebenarnya juga membersihkan diri dengan hati yang bersih dan pantang makan daging. Sedangkan pada membersihkan patung-patung dewa itu dengan air bunga dan sabun cair, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. (Osy)

BERITA REKOMENDASI